TANGERANG - JurnalSatuu.com, Wakil Presiden Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya memperkuat kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah kemajemukan bangsa. Pesan itu disampaikannya saat membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026).
Menurut Gibran, keberagaman merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan bangsa sehingga harus dijaga bersama. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas masih adanya kasus intoleransi di sejumlah daerah. “Indonesia adalah negara, bangsa yang majemuk. Perlu benar-benar menjaga persatuan, perdamaian, nilai-nilai toleransi. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika di tempat Bapak Ibu masih terjadi kasus-kasus intoleransi,” ujarnya.
Ia menyebut pemerintah serius menyikapi persoalan tersebut, termasuk menjamin kebebasan setiap warga memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinannya sebagaimana amanat konstitusi. “Pemerintah memiliki perhatian serius terkait ini. Negara harus hadir menjamin kemerdekaan warganya dalam memeluk dan menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing, seperti yang diamanatkan di Undang-Undang Dasar 1945,” tegasnya.
Gibran lalu menyinggung penanganan persoalan di GKPI Rajeg. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pendeta, pengurus gereja, dan pemangku kepentingan setempat. Menurutnya, gereja tidak ditutup, tetapi dipindahkan ke lokasi yang lebih layak dengan bantuan pemerintah daerah sehingga jemaat tetap dapat beribadah normal. Dari pengalaman itu, ia meminta para pemangku kepentingan lebih peka. “Saya selalu mengingatkan kepada para pemangku kepentingan, khususnya kepala daerah, Kapolda, Pangdam, agar peka terhadap kondisi di tengah masyarakat. Jika ada percikan-percikan intoleransi di tengah masyarakat, segera selesaikan, segera dicari solusinya,” pintanya.
Gibran menilai kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat, termasuk para rohaniwan. Ia berharap kongres menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat kontribusi pendeta dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Menutup sambutan, ia mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap provokasi dan kabar bohong. “Mari kita jaga Indonesia bersama-sama. Kita harus saling menguatkan, saling bantu, saling topang. Jadikan perbedaan bukan sebagai pemecah belah. Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya dengan kabar bohong,” ucapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal sekaligus Ketua Panitia Kongres, Pdt. Estefanus Baalati, melaporkan bahwa API yang berdiri sejak 2002 kini memiliki kepengurusan di 34 provinsi, sekitar 208 kabupaten/kota, dan tiga perwakilan luar negeri di Timur Tengah, Malaysia, dan Hong Kong. Kongres dihadiri hampir 400 peserta dan mengagendakan pemilihan DPP API periode 2026–2031 serta penetapan arah organisasi dan program kerja strategis. (BPMI Setwapres)
