Ribuan Tabebuya Berbunga di Sejomulyo Juwana Pati, Jadi Spot Foto Bernuansa Jepang -->

Header Menu

Ribuan Tabebuya Berbunga di Sejomulyo Juwana Pati, Jadi Spot Foto Bernuansa Jepang

Senin, 12 Oktober 2026


PATI - JurnalSatuu.com,
Ribuan pohon tabebuya bermekaran di Desa Sejomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, di tengah musim kemarau. Bunga yang dijuluki sakura tropis ini mekar sejak Agustus hingga Oktober 2026 dan menarik warga untuk datang melihatnya. Warna-warninya yang mencolok membuat kawasan ini ramai dijadikan lokasi berburu konten media sosial.

Tokoh desa setempat, Yatno, menjelaskan bahwa pohon-pohon tersebut ditanam sejak 2021, berawal dari gagasan menghijaukan desa. Sekitar 10 tahun lalu, Sejomulyo pernah menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB) Percontohan. Saat itu Yatno, yang menjabat Ketua Kampung KB Percontohan di Dukuh Babatan, bersama Pemerintah Desa (Pemdes) menggencarkan penanaman pohon, dan ribuan bibit tabebuya dibudidayakan di sepanjang tepi jalan desa hingga perbatasan desa tetangga. “Saat itu saya sebagai Ketua Kampung KB Percontohan Pati pada 10 tahun yang lalu tepatnya di Dukuh Babatan, Desa Sejomulyo karena dulu lingkupnya dukuh. Saat Pak Hardi menjabat kepala desa, penanaman ini diinisiasi dan didukung oleh relawan Laku Aji,” terangnya kepada awak media, Minggu (11/10/2026).

Dengan dukungan Pemdes, Yatno membentuk relawan Laku Aji yang bertujuan menjaga kelestarian alam dan lingkungan desa. “Kita nggak nyangka. Setelah tanam kita bentuk relawan Laku Aji, dengan maksud perbuatan ini ada nilainya atau ajinya. Tujuannya agar desa ini hijau royo-royo, biar bumi semakin indah,” ungkap Yatno, yang juga Ketua Komunitas Kerukunan Umat Beragama (KKUB) Kecamatan Juwana.

Tabebuya di Sejomulyo terdiri atas empat warna, yakni merah muda, putih, kuning, dan oranye, dengan merah muda paling dominan. Pohon-pohon itu tumbuh di sepanjang tepi jalan Dukuh Babatan, Garuwan, hingga Gadungan. Ke depan, area tanam akan diperluas. “Setelah viral, teman-teman ngajak kita (relawan Laku Aji) menambah ke berbagai wilayah di perdukuhan. Relawan juga koordinasi dengan KKUB, mereka minta Juwana kita buat seperti Jepang. Pada musim hujan nanti akan kita tanami,” jelasnya.

Setiap sore, warga memadati ruas jalan desa untuk mengabadikan momen langka ini. Salah satunya Jihan, yang datang bersama tiga temannya sambil membawa tripod untuk berfoto dan live di media sosial. “Ke sini ingin melihat bunga sakura di Desa Sejomulyo. Seperti vibes-nya Jepang,” ungkapnya. Ia mengaku mengetahui keberadaan lokasi ini dari TikTok. (RED)