Posyandu 6 SPM di Jateng Makin Lengkap, Respon Persoalan Warga Kian Cepat -->

Header Menu

Posyandu 6 SPM di Jateng Makin Lengkap, Respon Persoalan Warga Kian Cepat

Rabu, 07 Oktober 2026


PATI — JurnalSatuu.com,
Layanan Posyandu di Jawa Tengah kini semakin lengkap setelah mengalami transformasi melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain bidang kesehatan, Posyandu kini turut membuka layanan pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas).

Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan bahwa percepatan transformasi ini terus digenjot agar keberadaan Posyandu semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini, hampir 49.149 lembaga Posyandu di Jateng telah menjalankan layanan enam bidang SPM tersebut, sehingga berbagai persoalan warga di tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat segera direspons. "Jadi Posyandu 6 SPM ini saya pastikan pada hari ini alhamdulillah semuanya sudah berjalan dengan baik," katanya, didampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, saat meninjau Posyandu Melati di Kantor Balai Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Selasa (6/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Nawal melihat langsung pelaksanaan enam layanan SPM yang telah dimanfaatkan masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan bayi, layanan pendidikan anak usia dini, hingga penyampaian aduan warga. Di bidang pendidikan, layanan Posyandu diintegrasikan dengan program PAUD Emas, ditandai dengan penyaluran bantuan pojok baca berupa rak, 50 judul buku cerita, wastafel, tempat sampah, serta alat permainan edukatif kepada TK Insan Ceria. "Pelayanan yang menjadi prioritas pertama adalah pendidikan. Kami menghadirkan layanan PAUD Emas dan kemudian pojok baca tadi sudah ada," ungkapnya.

Di bidang sosial, bantuan dua kursi roda dan kaki palsu diserahkan kepada penyandang disabilitas. Sementara di bidang trantibumlinmas, Posyandu Jateng bekerja sama dengan program PKK Siaga dan Tanggap Bencana (Sigab) memberikan pelatihan mitigasi bencana kepada kader PKK setempat. Di bidang perumahan rakyat, Posyandu Melati Desa Triguno mengembangkan kebun gizi serta menyalurkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Nawal bersama Taj Yasin juga memantau distribusi 10 tangki air bersih bagi warga Desa Triguno yang terdampak kekeringan, sebagai bagian dari layanan bidang pekerjaan umum sekaligus implementasi program PKK Sigab. "Di samping itu juga kami menyusun satu buku panduan PKK Sigab untuk mitigasi bencana bagi kader PKK, karena hal ini penting menurut kami," ujarnya.

Selain enam layanan SPM, pihaknya turut mendorong program pengelolaan minyak jelantah menjadi rupiah bekerja sama dengan PT Gapura Mas Lestari (GML) dan PT Biosirkular Inovasi Indonesia, yang melibatkan kader Posyandu dan PKK sebagai upaya memperkuat ekonomi keluarga. "Saya minta disosialisasikan, bahwa ada pemilahan sampah dan limbah untuk minyak jelantah. Saat ini sudah dikumpulkan di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah," pungkasnya.

(Hms.Jtg)