PATI – JurnalSatuu.com, Komisi D DPRD Kabupaten Pati meminta pelayanan kesehatan tetap menjadi perhatian selama musim kemarau. Wilayah yang mengalami kekeringan dinilai membutuhkan kesiapsiagaan lebih dari fasilitas kesehatan karena masyarakat menghadapi kondisi lingkungan yang berbeda.
Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengatakan Puskesmas perlu
memperkuat pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Menurutnya, tenaga
kesehatan perlu mengetahui keluhan yang muncul di lapangan sehingga pelayanan
dapat diberikan secara cepat.
“Pelayanan harus cepat ketika ada warga yang membutuhkan. Jangan sampai
keluhan kesehatan yang awalnya ringan kemudian tidak tertangani dan berkembang
menjadi lebih serius,” ujar Teguh.
Ia menilai persoalan kekeringan tidak berhenti pada berkurangnya
ketersediaan air bersih. Kondisi lingkungan yang kering juga dapat meningkatkan
paparan debu sehingga perlu diperhatikan dari sisi kesehatan.
Sebelumnya, BMKG memasukkan Pati sebagai salah satu wilayah berstatus Awas
kekeringan meteorologis di Jawa Tengah. Kondisi tersebut menjadi perhatian
karena dampak musim kemarau dapat dirasakan masyarakat dalam berbagai aspek.
Menurut Teguh, Puskesmas tidak cukup hanya berperan sebagai tempat
pelayanan ketika warga sudah mengalami keluhan. Kesiapsiagaan perlu diperkuat
dengan melihat kondisi masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan.
“Puskesmas harus melihat kondisi di lapangan. Ketika kemarau panjang,
persoalannya bukan hanya air, tetapi juga kesehatan masyarakat yang ikut
terdampak,” katanya.
Ia mendorong tenaga kesehatan memantau keluhan yang banyak muncul selama
musim kemarau, termasuk gangguan pernapasan dan keluhan yang berkaitan dengan
paparan debu.
Selain pemantauan, komunikasi antarinstansi juga dinilai penting.
Pemerintah daerah perlu memastikan Puskesmas dapat berkoordinasi dengan
pemerintah desa dan masyarakat.
Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi mengenai kondisi kesehatan
masyarakat dapat segera disampaikan kepada pihak yang membutuhkan. Dengan
begitu, kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak dapat
ditindaklanjuti lebih cepat.
Teguh berharap kesiapsiagaan tersebut dapat diterapkan selama musim kemarau
berlangsung. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus tetap mampu menjangkau
masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah yang mengalami dampak
kekeringan.
Dengan memperkuat pemantauan, pelayanan dan komunikasi di tingkat lapangan,
fasilitas kesehatan diharapkan dapat lebih siap menghadapi dampak kesehatan
yang muncul selama periode kemarau. (ADV)
.jpg)