Gubernur Luthfi Tegaskan Target Zero Bullying, Sekolah di Jateng Diminta Perketat Pengawasan Siswa -->

Header Menu

Gubernur Luthfi Tegaskan Target Zero Bullying, Sekolah di Jateng Diminta Perketat Pengawasan Siswa

Kamis, 08 Oktober 2026


SEMARANG — JurnalSatuu.com,
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta seluruh satuan pendidikan di wilayahnya meningkatkan pengawasan terhadap siswa agar kasus perundungan (bullying) tidak terulang. Ia tidak ingin peristiwa yang menimpa siswa SD di Kabupaten Pemalang kembali terjadi di tempat lain. "Saya sudah perintahkan Dinas Pendidikan, jadi di tempat kita seluruh sekolah harus zero bullying, dengan mengedepankan edukasi yang kita lakukan," kata Luthfi saat ditemui usai acara di Universitas Diponegoro, Rabu (7/10/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menambahkan bahwa pihaknya telah menyampaikan imbauan kepada satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB agar Jawa Tengah bebas perundungan. Menurutnya, berbagai perangkat sudah tersedia dan tinggal dimaksimalkan. "Imbauan sudah, gerakan sekolah ramah anak sudah, kemudian ada tim pencegahan dan penanganan kekerasan juga sudah ada. Ini tinggal dimaksimalkan saja, tentu dengan evaluasi tentang kelemahannya apa saja," katanya.

Terkait kasus di Pemalang, Sadimin menyebut Pemprov Jateng tetap ikut memantau. Meski SD dan SMP menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, Pemprov tidak bisa lepas tangan sehingga koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang terus dilakukan. "Intinya bareng-bareng anak-anak kita dijaga," jelasnya. Pola koordinasi intens serupa juga diterapkan di daerah lain untuk mengoptimalkan program pencegahan dan penanganan perundungan.

Dinas Pendidikan Provinsi mengingatkan seluruh satuan pendidikan, kepala sekolah, dan guru agar selalu waspada memantau anak didik. "Misal di saat jam istirahat dipantau, kalau tidak ada CCTV ya memantau langsung. Pulang sekolah juga dipantau. Jangan sampai anak masih ada di sekolah, tapi guru sudah pulang. Tetap tunggu sampai anak-anak di sekolah habis, perlu ada piket, supaya anak tetap dipantau di lingkungan sekolah," ujarnya.

Sadimin berharap setiap sekolah mampu menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sebab pembelajaran yang menggembirakan tanpa perundungan akan melahirkan banyak prestasi. "Kami tetap ingatkan teman-teman di satuan pendidikan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Jadi harapannya kita zero bullying," ungkapnya seusai mendampingi Gubernur.

Kasus yang dimaksud menimpa siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, berinisial A (7), yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan kakak kelasnya dan kini masih dalam penyelidikan polisi. 

(Hms.Jtg)