PATI — JurnalSatuu.com, Ratusan ribu kendaraan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tercatat belum melunasi kewajiban pajaknya. Kepala Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Pati, Daffid Alifianto, menyebut jumlah kendaraan yang menunggak mencapai sekitar 200 ribu unit, dengan sebaran terbanyak di tiga kecamatan, yakni Pati, Juwana, dan Margorejo.
Dari total sekitar 598 ribu objek pajak di Kabupaten Pati, Kecamatan Pati memiliki sekitar 76 ribu objek, disusul Juwana 57 ribu, dan Margorejo sekitar 37 ribu. "Kalau data tunggakan di Kabupaten Pati sampai sejauh ini kurang lebih di angka 200 ribuan untuk data objek data pajak," jelas Daffid.
Terkait nilai pajak yang tertunggak, Daffid belum dapat merincinya karena angka penerimaan dan tunggakan bersifat dinamis dan berubah setiap hari. "Kalau rigidnya kita ini ya, karena dinamis ya. Tiap hari, kan ada yang jatuh tempo, ada yang melakukan pembayaran, jadi data tersebut fluktuatif," terangnya.
Ia menegaskan, penyebab tunggakan bukan soal jarak atau faktor geografis, sebab pihaknya telah menyediakan layanan jemput bola, mulai dari Samsat Keliling, sambang desa, hingga mendatangi perusahaan. "Sebenarnya jarak itu nggak ada masalah, karena jika belum bisa ke Samsat Pati, kan ada Samsat Keliling. Kami juga cukup sering menyambangi desa dan ke beberapa perusahaan, seperti Brak Djarum di Margoyoso dan PT HWI di Batangan," katanya.
Untuk mendongkrak pembayaran, UPPD Samsat Pati kini mengandalkan program pemutihan denda pajak dari Pemprov Jawa Tengah yang berlaku hingga akhir Desember 2026. "Harapannya dengan program kali ini dari Bapak Gubernur memberikan kemudahan kepada masyarakat agar bisa dimanfaatkan dioptimalkan setidaknya bisa mengurangi angka objek pajak yang melakukan penunggakan," jelasnya.
Program tersebut diharapkan mengerek realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 2026 yang ditargetkan Rp173 miliar di Kabupaten Pati. "Target untuk di Kabupaten Pati di angka Rp 173 miliar. Untuk realisasi PKB-nya sampai sekarang sudah di angka Rp 107 miliar," imbuhnya. Menurut Daffid, program ini banyak dimanfaatkan warga, dan puncak pemanfaatannya diprediksi terjadi pada Desember. (RED)
