PATI – JurnalSatuu.com , Era digital membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk bagi anak-anak. Namun di balik kemudahan akses informasi, terdapat ancaman serius yang mengintai jika tidak diimbangi dengan edukasi yang tepat. Hal ini menjadi perhatian khusus Anggota Komisi C DPRD Pati, Hj. Muntamah.
Hj. Muntamah menilai bahwa
pendidikan seks sejak dini menjadi salah satu solusi penting untuk melindungi
anak dari dampak negatif perkembangan teknologi. Menurutnya, anak perlu
dibekali pemahaman yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang
menyesatkan.
“Pendidikan seks perlu diberikan
agar anak memahami bahaya dan dampak dari perilaku menyimpang,” ungkap
Muntamah.
Anggota Komisi C DPRD Pati, Hj.
Muntamah mengaku prihatin dengan kondisi saat ini, di mana kasus pelecehan
seksual terhadap anak masih kerap terjadi. Ia menilai bahwa minimnya edukasi
menjadi salah satu faktor utama yang membuat anak rentan menjadi korban.
Lebih jauh, Hj. Muntamah
menjelaskan bahwa pendidikan seks bukan hanya tentang aspek biologis, tetapi
juga mencakup nilai moral, etika, serta kesadaran akan pentingnya menjaga diri.
“Pemerintah daerah harus lebih
proaktif dalam memberikan edukasi melalui program-program yang terstruktur.
Tidak hanya itu, peran keluarga juga sangat dibutuhkan dalam memberikan
pemahaman awal kepada anak,” imbuhnya.
Di tengah arus digital yang
semakin deras, anak-anak juga perlu diarahkan pada aktivitas positif agar tidak
mudah terpapar konten yang merugikan.
Dengan pendekatan yang tepat,
pendidikan seks diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi anak dalam
menghadapi tantangan zaman sekaligus melindungi mereka dari berbagai bentuk
kejahatan. (Adv)
.png)