PATI – JurnalSatuu.com, Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Pati dinilai memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran, sekaligus menjadi salah satu solusi atas persoalan kemiskinan di daerah. Hal ini disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti.
Kader Partai Gerindra asal Kecamatan Juwana ini menyoroti bahwa persoalan
pengangguran masih menjadi tantangan serius bagi Kabupaten Pati, terlebih
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tengah fokus menuntaskan penanganan
kemiskinan ekstrem hingga mencapai angka nol persen pada tahun ini.
Menurutnya, UMKM selama ini terbukti banyak menyerap tenaga kerja lokal,
sehingga pertumbuhan sektor tersebut perlu terus didorong sebagai upaya
mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pati.
“Semakin banyak UMKM yang berkembang, maka akan semakin banyak tenaga kerja
yang bisa diberdayakan, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran,”
jelasnya.
Ia pun mendorong Pemkab Pati melalui organisasi perangkat daerah (OPD)
terkait agar dapat memberikan dukungan yang lebih optimal bagi perkembangan
UMKM di wilayahnya.
“Jadi, menurut saya, semakin banyak UMKM yang berkembang, maka semakin
banyak tenaga kerja yang bisa diberdayakan, sehingga dapat mengurangi angka
pengangguran,” tandasnya.
Yeti turut menegaskan, dampak dari tingginya angka pengangguran tidak hanya
berhenti pada aspek ekonomi semata, tetapi juga berimbas pada kondisi sosial
masyarakat secara luas.
“Jadi, persoalan pengangguran ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi
saja. Akan tetapi, berdampak juga pada aspek sosial seperti menurunnya tingkat
kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ADV)
.jpeg)