PATI – JurnalSatuu.com, Perkembangan teknologi digital mendorong Komisi C DPRD Kabupaten Pati untuk kembali menghidupkan program Smart City yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Program tersebut dipandang sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengatakan Smart City
bukanlah program baru bagi Kabupaten Pati. Inisiatif tersebut telah dimulai
pada 2018 dengan mengacu pada konsep pengembangan kota pintar yang diterapkan
Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
Namun, pandemi Covid-19 memaksa pemerintah melakukan efisiensi anggaran
sehingga berbagai program pembangunan mengalami penyesuaian, termasuk Smart
City yang akhirnya tidak lagi berjalan.
"Terhenti karena Covid-19 sehingga anggaran kabupaten terkena
efisiensi dan program berhenti," kata Joni.
Menurutnya, kondisi saat ini menjadi waktu yang tepat untuk kembali
melanjutkan program tersebut. Di era digital, masyarakat menginginkan pelayanan
yang praktis, cepat, dan dapat diakses tanpa harus melalui prosedur birokrasi
yang panjang.
Joni menjelaskan, Smart City mencakup berbagai inovasi pelayanan, mulai
dari penyediaan jaringan internet gratis di fasilitas umum hingga penggunaan
tanda tangan elektronik yang memungkinkan proses administrasi berlangsung lebih
efisien. Selain itu, sistem surat-menyurat pemerintah juga dirancang
menggunakan platform digital sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat dan
terdokumentasi dengan baik.
Ia menilai digitalisasi pelayanan bukan sekadar mengikuti perkembangan
teknologi, tetapi juga menjadi kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pelayanan
kepada masyarakat. Pemerintah daerah dituntut mampu memberikan layanan yang
mudah, transparan, dan akuntabel.
Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, berencana mengusulkan kembali
program Smart City dalam pembahasan APBD Tahun 2027. Harapannya, pemerintah
daerah dapat memberikan dukungan anggaran sehingga implementasi program dapat
berjalan secara berkelanjutan.
"Nanti kita hidupkan kembali di era digital ini dan semoga berjalan
berkelanjutan," ujar Joni.
Menurutnya, keberhasilan Smart City akan memberikan dampak positif terhadap
efektivitas kerja pemerintah sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat dalam
memperoleh pelayanan administrasi.
Selain mendukung transformasi birokrasi, program tersebut juga diyakini
dapat memperkuat citra Kabupaten Pati sebagai daerah yang mampu beradaptasi
dengan perkembangan teknologi. Dengan sistem pelayanan yang semakin modern,
pemerintah akan lebih mudah memberikan layanan yang cepat, tepat, dan efisien
kepada masyarakat.
Joni, berharap reaktivasi Smart City menjadi salah satu langkah strategis
dalam mempercepat pembangunan daerah. Sinergi antara DPRD Kabupaten Pati,
pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar program tersebut
dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga
Kabupaten Pati. (Adv)