JurnalSatuu.com, Jakarta – Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen nyata dalam membangun kembali Sumatera Barat (Sumbar) yang baru saja diterpa bencana alam. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa pemerintah telah mengucurkan dana sebesar Rp 18,9 triliun untuk mempercepat proses rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah terdampak.
Dalam pernyataannya kepada wartawan usai melepas rombongan pertama peserta mudik gratis di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Minggu (8/3/2026), Andre menegaskan bahwa dana tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur di Sumbar. Ia menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan, jembatan, serta fasilitas umum lainnya yang rusak akibat bencana.
Selain pembangunan infrastruktur, Andre mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga memerintahkan jajarannya untuk melakukan perbaikan di bidang pertanian dan perumahan. Termasuk di dalamnya adalah pembangunan rumah baru bagi warga yang terdampak, serta revitalisasi sawah dan ladang yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menugaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU) untuk kembali membangun sejumlah ruas tol di Sumatera Barat. Salah satu proyek strategis yang sedang dipersiapkan adalah pembangunan jalan tol dari Sicincin menuju Bukittinggi dengan nilai investasi mencapai Rp 25,6 triliun. Proyek ini diharapkan selesai dan dapat mendukung konektivitas serta perekonomian daerah pada Oktober 2026 mendatang.
Andre menegaskan bahwa komitmen pemerintah pusat ini menunjukkan bahwa pembangunan di Sumatera Barat tidak hanya sebatas program sosial seperti Pulang Basamo, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur besar-besaran.
Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan bukti nyata dukungan Presiden Prabowo untuk membantu dan memperkuat perekonomian Sumbar.
Mengenai pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat yang saat ini relatif rendah, Andre mengakui bahwa banyak pihak telah berupaya membantu meningkatkan kondisi ekonomi daerah. Ia menyebutkan, selama ini perantau Minang secara rutin mengirimkan uang sebesar Rp 20 triliun per tahun ke kampung halaman, yang turut membantu mendorong stabilitas ekonomi masyarakat setempat.
Keseriusan pemerintah pusat dalam membangun kembali Sumbar ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan infrastruktur dan program ekonomi yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Sumatera Barat yang lebih maju dan tangguh di masa depan. (PWK)
