PATI – JurnalSatuu.com, Kekosongan satu kursi anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Golkar masih belum terisi hingga memasuki bulan kedua sejak meninggalnya Riyanto pada April lalu. Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin mengungkapkan, belum ada pengajuan resmi terkait Pergantian Antarwaktu (PAW) yang diterima pihaknya.
Riyanto yang merupakan legislator dari daerah pemilihan II sekaligus anggota Komisi C DPRD Pati meninggal dunia akibat sakit. Sejak saat itu, kursi yang ditinggalkannya masih kosong.
Ali menjelaskan, sesuai ketentuan, proses PAW baru dapat dilaksanakan setelah ada usulan nama dari partai politik melalui fraksi yang bersangkutan. Namun sampai saat ini, DPRD belum memperoleh surat dari Fraksi Golkar.
“Sampai sekarang kami belum menerima surat PAW dari Fraksi Golkar,” kata Ali Badrudin, Selasa (23/6/2026).
Ia menilai kemungkinan masih terdapat proses dan pertimbangan internal di tubuh partai untuk menentukan figur yang akan menggantikan almarhum Riyanto. Karena itu, DPRD belum dapat melanjutkan tahapan berikutnya.
Meski demikian, Ali memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu jalannya tugas-tugas kelembagaan DPRD Kabupaten Pati. Agenda pembahasan maupun fungsi pengawasan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Namun demikian, ia mengakui masyarakat di Dapil II untuk sementara belum memiliki perwakilan penuh di parlemen. Akibatnya, penyerapan aspirasi dari wilayah tersebut berpotensi tidak maksimal dibandingkan sebelumnya.
“Secara umum tidak berpengaruh terhadap kinerja DPRD. Tetapi untuk wilayah yang ditinggalkan tentu ada dampaknya karena belum ada wakil rakyatnya,” jelasnya.
DPRD Kabupaten Pati sebelumnya juga sempat mengalami kekosongan anggota dari Fraksi PPP setelah Darbi meninggal dunia. Kursi tersebut kini telah terisi melalui proses PAW yang menempatkan Ulin Nuha sebagai anggota DPRD pengganti. (Red)
