Kabar Gembira, Jembatan Bailey dari BNPB Mulai Dibangun di Plosogaden -->

Header Menu


Kabar Gembira, Jembatan Bailey dari BNPB Mulai Dibangun di Plosogaden

Sabtu, 13 Juni 2026

 


Bupati Agus Setyawan, saat meninjau Jembatan Kalijaran

TEMANGGUNG – JurnalSatuu.com, - Kabar gembira datang bagi masyarakat Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto. Jembatan Kalijaran yang sempat terputus total pada 16 Mei lalu, segera ditangani setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan jembatan darurat jenis Bailey.

“Alhamdulilah, ini adalah kabar yang sangat dinantikan masyarakat. Selama dua minggu ini, mulai berlangsung proses perakitan pembangunan jembatan bailey bantuan dari BNPB. Semoga pembangunannya lancar dan segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Bupati Agus Setyawan, saat meninjau Jembatan Kalijaran, Kamis (11/6/2026).

Bupati yang akrab disapa Agus Gondrong ini menyebutkan, pemulihan jembatan penghubung Dusun Banjaran dan Dusun Sinongko ini menjadi prioritas utama, karena merupakan jalur vital perekonomian warga yang didominasi petani kopi, sekaligus jalur anak-anak ke sekolah. Dia menyampaikan terima kasih atas kerja sama lintas sektoral DPR RI, BNPB, dan TNI.

“Yang penting aksesnya sudah tersambung terlebih dahulu, agar bisa dilewati masyarakat, maupun kendaraan roda empat. Terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah ikut kerja bakti,” tuturnya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, menambahkan, kepastian turunnya bantuan jembatan darurat BNPB itu terhitung kilat. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, Bupati Temanggung langsung menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana. Bersamaan dengan terbitnya Surat Keputusan Bupati tersebut, Pemkab Temanggung langsung melayangkan Surat Permohonan Jembatan Bailey ke pusat, yang dikawal anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo.

“Teknis operasional perakitan jembatan bailey dari BNPB ini dilakukan oleh personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 4/Tanpa Kawandya Banyubiru. Pada hari pertama ini, berlangsung proses menyingkirkan sisa reruntuhan material jembatan bersama dengan masyarakat,” jelasnya.

Kepala Desa Plosogaden, Sutarno, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada semua pihak. Sejak jembatan utama ambruk, warga setempat memang bergotong royong membuat jalur darurat dari batang kelapa, namun sifatnya sangat terbatas dan hanya bisa dilalui sepeda motor secara bergantian.

“Karena jembatan Kalijaran ini satu-satunya akses keluar masuk warga Dusun Banjaran, untuk mengangkut hasil panen kopi dan kegiatan sehari-hari. Masyarakat sangat lega, mudah-mudahan proses pembangunan jembatan Bailey dari BNPB yang dipasang oleh bapak-bapak TNI ini, berjalan lancar tanpa kendala,” ucapnya.

Penulis : Adt;Istw;Ekp