Infrastruktur Rawan Terendam, Komisi C DPRD Pati Soroti Kondisi Jembatan Penghubung Sukolilo dan Prawoto -->

Header Menu


Infrastruktur Rawan Terendam, Komisi C DPRD Pati Soroti Kondisi Jembatan Penghubung Sukolilo dan Prawoto

Senin, 15 Juni 2026

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto

PATI – JurnalSatuu.com ,
Keberadaan Jembatan Sukolilo-Prawoto yang selama ini menjadi akses utama warga kembali menjadi sorotan. Infrastruktur tersebut dinilai rentan terhadap banjir sehingga membutuhkan penanganan serius agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar di masa mendatang.

Perhatian itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, saat meninjau kondisi wilayah yang sering terdampak luapan air sungai. Menurutnya, jembatan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Sukolilo tersebut sudah tidak lagi ideal karena posisinya terlalu rendah ketika debit air meningkat.

Saat musim hujan tiba, kawasan sekitar jembatan hampir selalu menjadi titik rawan genangan. Arus sungai yang deras menyebabkan air melimpas ke jalan dan menghambat aktivitas masyarakat yang melintas.

Melihat kondisi tersebut, Joni berencana mengusulkan program rehabilitasi jembatan pada tahun anggaran 2027. Usulan tersebut akan dimasukkan dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur daerah.

“Di sini sering banjir karena arusnya deras. Saya dorong Pemkab agar ditinggikan dan air tidak meluap ke jalan. Ini memang sudah tidak layak dan saya sebagai anggota dewan saya usulkan untuk jadi list tahun depan,” ujarnya.

Menurut dia, peninggian konstruksi jembatan menjadi salah satu solusi yang perlu dipertimbangkan. Dengan posisi yang lebih tinggi, risiko luapan air yang mengganggu pengguna jalan dapat diminimalkan.

Selain itu, langkah tersebut juga berpotensi meningkatkan keselamatan warga. Sebab, selama ini pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintas saat kondisi sungai meluap.

Untuk mendukung rencana rehabilitasi, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. Nilai tersebut dihitung untuk perbaikan menyeluruh sehingga jembatan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap ancaman banjir.

“Semoga ada anggaran untuk perbaikan jembatan, kira-kira Rp1 miliar kalau direhab total,” katanya.

Tidak hanya berdampak pada transportasi, persoalan banjir di kawasan tersebut juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat. Luapan air yang masuk ke area pertanian menyebabkan sejumlah lahan sawah mengalami kerusakan dan gagal panen.

Kondisi itu membuat petani harus menanggung kerugian cukup besar setiap kali banjir terjadi. Karena itu, perbaikan jembatan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak banjir secara keseluruhan.

“Banyak juga petani yang kebanjiran, sawah gagal panen jadi sangat merugikan,” ujar Joni.

Dengan adanya dorongan dari DPRD, masyarakat berharap pembangunan jembatan yang lebih representatif dapat segera diwujudkan. Selain meningkatkan konektivitas wilayah, keberadaan infrastruktur yang lebih baik juga diyakini mampu mendukung aktivitas ekonomi dan pertanian warga Sukolilo secara berkelanjutan. (Adv)