DPRD Soroti Sepinya Alun-Alun Kembangjoyo, Minta Pemkab Perbanyak Event dan Bina PKL -->

Header Menu


DPRD Soroti Sepinya Alun-Alun Kembangjoyo, Minta Pemkab Perbanyak Event dan Bina PKL

Senin, 15 Juni 2026

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto

PATI
– JurnalSatuu.com, Sepinya aktivitas di Alun-Alun Kembangjoyo menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pati. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto menilai perlu adanya langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut, salah satunya melalui penyelenggaraan Pasar Rakyat secara rutin.

Menurut Joni, kegiatan yang menghadirkan pelaku UMKM, pedagang kecil, serta berbagai hiburan masyarakat dapat menjadi daya tarik yang efektif untuk meningkatkan jumlah pengunjung.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Pati terhadap rencana tersebut. Dengan adanya dukungan dari pimpinan daerah, kegiatan Pasar Rakyat diharapkan bisa menjadi agenda yang berkelanjutan.

"Alhamdulillah Pak Plt mendukung, setiap minggu genap diadakan acara di sana," ungkapnya.

Joni mengatakan bahwa keberadaan Pasar Rakyat tidak hanya berdampak pada peningkatan keramaian kawasan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula peluang pedagang memperoleh keuntungan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan kawasan alun-alun harus dibarengi dengan perhatian terhadap para PKL. Pemerintah diminta hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi para pedagang.

Menurutnya, bantuan permodalan, fasilitas yang memadai, serta lingkungan usaha yang aman dan nyaman merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi jika pemerintah ingin mendorong pertumbuhan usaha kecil.

"Yang jelas pemerintah harus ikut serta membantu PKL, termasuk permodalan, lokasinya juga dibuat aman dan nyaman. Jangan hanya ditarik iuran dan relokasi tetapi tidak ada solusi," tegasnya.

Lebih lanjut, Joni mengaku prihatin melihat kondisi Alun-Alun Kembangjoyo yang saat ini kurang terawat. Padahal kawasan tersebut pernah mendapatkan anggaran penataan hingga miliaran rupiah untuk mendukung aktivitas para pedagang dan masyarakat.

"Itu kan dulu dianggarkan Rp10 miliar tetapi tidak dirawat. Ini tidak ada dinas yang bertanggung jawab, makanya ini harus disikapi," katanya.

Ia berharap pemerintah daerah segera menentukan pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan kawasan tersebut. Dengan pengelolaan yang jelas, program revitalisasi maupun kegiatan Pasar Rakyat dapat berjalan lebih efektif.

DPRD Kabupaten Pati optimistis Alun-Alun Kembangjoyo masih memiliki potensi besar untuk kembali menjadi ikon keramaian di Kabupaten Pati. Melalui kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, kawasan tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi pusat aktivitas publik sekaligus penggerak ekonomi lokal. (Adv)