Petani Terdampak Banjir Belum Rasakan Manfaat Perda, DPRD Pati Minta Pemkab Serius -->

Header Menu


Petani Terdampak Banjir Belum Rasakan Manfaat Perda, DPRD Pati Minta Pemkab Serius

Sabtu, 16 Mei 2026

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan

PATI – JurnalSatuu.com ,
DPRD Kabupaten Pati menilai pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan petani masih belum optimal. Hingga kini, banyak petani yang terdampak banjir dan gagal panen disebut belum merasakan manfaat nyata dari regulasi tersebut.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mengatakan salah satu penyebab utama belum maksimalnya perlindungan petani adalah minimnya dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

Menurutnya, persoalan banjir di wilayah pertanian Kabupaten Pati merupakan masalah tahunan yang seharusnya sudah memiliki penanganan yang lebih jelas dan terstruktur. Namun kenyataannya, bantuan terhadap petani masih terbatas.

“Kalau regulasi sudah ada tetapi tidak dibarengi anggaran yang cukup, maka implementasinya pasti tidak maksimal. Ini yang harus menjadi evaluasi bersama,” ujar Muslihan.

Ia menilai pemerintah daerah perlu menunjukkan komitmen lebih serius dalam melindungi sektor pertanian. Sebab, petani memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.

Muslihan menegaskan, petani tidak boleh dibiarkan menghadapi kerugian sendirian ketika sawah mereka rusak akibat banjir. Pemerintah daerah harus hadir dengan solusi konkret dan bantuan yang tepat sasaran.

“Jangan sampai petani merasa berjuang sendiri. Pemerintah harus hadir memberikan kepastian bantuan sebagai bentuk keberpihakan terhadap sektor pangan,” katanya.

Selain itu, DPRD Kabupaten Pati juga meminta agar program perlindungan petani tidak hanya berhenti dalam pembahasan rapat maupun dokumen administrasi. Menurut Muslihan, keberhasilan sebuah regulasi harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, berjanji akan terus melakukan pengawasan terhadap dinas terkait, terutama dalam pelaksanaan program yang menyentuh kebutuhan petani secara langsung.

Pengawasan tersebut dilakukan agar setiap hasil pembahasan anggaran benar-benar direalisasikan dan tidak sekadar menjadi rencana tahunan yang terus tertunda.

“Kami akan terus mengawal supaya program yang sudah direncanakan benar-benar diwujudkan dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

DPRD Kabupaten Pati juga berharap pemerintah daerah mulai memprioritaskan penguatan sektor pertanian dalam kebijakan pembangunan daerah. Dengan dukungan anggaran yang memadai, perlindungan terhadap petani diyakini dapat berjalan lebih efektif.

Ke depan, DPRD Kabupaten Pati berharap keberadaan Perda perlindungan petani benar-benar mampu menjadi solusi bagi para petani di Kabupaten Pati, khususnya dalam menghadapi ancaman banjir dan gagal panen yang terus berulang setiap tahun. (Adv)