PATI – JurnalSatuu.com , Pemerintah Kabupaten Pati bersiap memulai proyek perbaikan sejumlah ruas jalan rusak pada akhir Mei mendatang. Program tersebut didukung melalui dana pinjaman daerah yang telah mendapat persetujuan pemerintah pusat sebesar Rp67 miliar. Namun, DPRD Kabupaten Pati mengingatkan agar penggunaan anggaran utang itu dilakukan secara selektif dan tidak salah sasaran.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten
Pati, Joni Kurnianto, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan
DPUTR Kabupaten Pati terkait pelaksanaan proyek infrastruktur tahun 2026. Dalam
pertemuan itu, DPRD menyoroti pentingnya skala prioritas karena dana yang
disetujui lebih kecil dibandingkan usulan awal.
Sebelumnya, Pemkab Pati
mengajukan pinjaman sebesar Rp90 miliar. Namun, Kementerian Dalam Negeri hanya
menyetujui Rp67 miliar untuk dicairkan melalui Bank Jateng.
“Kita kemarin juga menanyakan
tentang ada anggaran yang kita utang ke Bank Jateng, tetapi yang disetujui
Kemendagri cuma Rp67 miliar,” jelas Joni.
Menurutnya, keterbatasan anggaran
membuat pemerintah harus benar-benar fokus menangani ruas jalan yang paling
dibutuhkan masyarakat. Ia menilai perbaikan jalan memiliki dampak besar
terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama di wilayah pedesaan.
Selain dana pinjaman, pemerintah
daerah juga disebut telah menyiapkan anggaran tambahan dari APBD murni. Dengan
begitu, proyek pembangunan diharapkan tetap berjalan meski dana pinjaman tidak
cair penuh.
DPRD juga meminta kepastian waktu
pelaksanaan proyek agar masyarakat segera mendapatkan manfaat. Dari hasil
koordinasi dengan DPUTR, pekerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada akhir
Mei.
“Kita menanyakan tentang
proyek-proyek yang 2026 ini, kita menanyakan kapan. Sudah dijawab nanti akhir
bulan mei ini sudah mulai berjalan,” ujar Joni.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina
Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menyampaikan bahwa saat ini proyek
masih dalam tahap administrasi dan persiapan teknis. Meski demikian, ia
memastikan pekerjaan konstruksi tidak akan lama lagi dimulai.
“Perkiraan dua minggu lagi
rencana sudah bisa pelaksanaan,” kata Hasto.
Beberapa ruas jalan yang masuk
prioritas tahap pertama antara lain Jalan Boloagung–Trimulyo, Jalan Munadi
menuju SMP Negeri 6 Pati, ruas Tlogowungu–Bapoh, Tlogowungu–Sitiluhur, dan
Jalan Kawedanan Kayen Sumbersari–Sering.
Hasto berharap pembangunan
tersebut mampu menjawab keresahan masyarakat terkait kondisi jalan yang selama
ini rusak dan mengganggu aktivitas harian. Menurutnya, keberadaan infrastruktur
yang baik sangat penting untuk mendukung pelayanan publik.
“Kami berupaya agar pekerjaan
bisa segera berjalan sehingga manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,”
ungkapnya.
Masyarakat kini menanti realisasi
proyek tersebut, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini mengalami
kerusakan jalan cukup parah. (Adv)
.jpeg)