Nelayan Juwana Keluhkan Biaya Operasional Tinggi, DPRD Pati Dorong Aturan Solar Khusus -->

Header Menu


Nelayan Juwana Keluhkan Biaya Operasional Tinggi, DPRD Pati Dorong Aturan Solar Khusus

Sabtu, 16 Mei 2026

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit

PATI – JurnalSatuu.com ,
DPRD Kabupaten Pati kembali menyuarakan pentingnya regulasi bahan bakar minyak (BBM) solar khusus untuk nelayan. Hal itu menyusul tingginya harga BBM non subsidi yang dinilai semakin membebani biaya operasional kapal nelayan.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mengatakan usulan mengenai solar khusus nelayan sebenarnya sudah lama disampaikan kepada pemerintah pusat. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan pembahasan maupun realisasinya.

“Kita sudah lama menyampaikan agar ada solar khusus nelayan, tetapi sampai sekarang belum ada pembahasan,” ujarnya.

Menurut Mukit, harga BBM non subsidi untuk kapal berukuran di atas 30 GT kini mencapai sekitar Rp30 ribu per liter. Harga tersebut dianggap terlalu tinggi jika dibandingkan dengan pendapatan nelayan yang bergantung pada hasil tangkapan laut.

Ia menjelaskan, sebagian besar biaya operasional kapal digunakan untuk membeli bahan bakar. Bahkan, porsinya disebut mencapai sekitar 70 persen dari total kebutuhan melaut.

“Teman-teman nelayan tadi juga menyampaikan bahwa sekitar 70 persen biaya operasional berasal dari BBM,” katanya.

Politisi Demokrat itu menilai kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir, khususnya di Kecamatan Juwana yang dikenal sebagai salah satu sentra perikanan di Kabupaten Pati.

Karena itu, DPRD Kabupaten Pati meminta pemerintah pusat segera mencari solusi agar nelayan tidak terus terbebani tingginya harga BBM.

Mukit berharap kehadiran anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, saat berkunjung ke Dermaga Desa Bendar dapat membantu mempercepat pembahasan regulasi terkait solar khusus nelayan.

“Saya berharap aspirasi ini bisa segera dibahas sehingga nantinya ada aturan khusus tentang solar untuk nelayan,” ucapnya.

Menurut DPRD Kabupaten Pati, keberadaan kebijakan BBM khusus nelayan sangat penting untuk menjaga keberlangsungan sektor perikanan sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain itu, regulasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kepastian usaha bagi nelayan yang selama ini menghadapi tingginya biaya operasional di tengah kondisi hasil tangkapan yang tidak selalu stabil.

DPRD Kabupaten Pati pun berharap pemerintah pusat segera memberikan perhatian serius terhadap aspirasi para nelayan agar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir tetap berjalan dan sektor perikanan daerah dapat terus berkembang. (Adv)