DPRD Minta Pengendalian Hama Tikus Diperkuat Saat Kemarau di Pati Selatan -->

Header Menu


DPRD Minta Pengendalian Hama Tikus Diperkuat Saat Kemarau di Pati Selatan

Selasa, 19 Mei 2026

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti

PATI – JurnalSatuu.com ,
Ancaman kekeringan yang melanda wilayah Pati Selatan kini mulai diikuti meningkatnya kekhawatiran terhadap serangan hama tikus. Banyaknya lahan pertanian yang kosong akibat minimnya pasokan air dinilai menjadi pemicu berkembangnya populasi tikus di sejumlah kawasan persawahan.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, mengatakan kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Menurutnya, tanpa langkah pengendalian sejak dini, serangan hama tikus berpotensi menimbulkan kerusakan besar pada tanaman petani.

“Ketika sawah banyak kosong karena tidak ada air, itu menjadi tempat berkembang biaknya tikus. Ini yang harus segera diantisipasi,” ujar Warsiti.

Ia menjelaskan, sawah yang tidak ditanami selama musim kemarau menjadi tempat yang aman bagi tikus untuk berkembang biak. Saat musim tanam kembali dimulai, populasi tikus yang meningkat dikhawatirkan langsung menyerang tanaman milik petani.

Menurut Warsiti, petani di wilayah selatan saat ini berada dalam situasi sulit. Selain menghadapi keterbatasan air, mereka juga terancam mengalami kerugian akibat serangan hama yang sulit dikendalikan.

“Jangan sampai petani sudah kesulitan air, nanti ditambah lagi hasil tanamnya rusak karena hama. Pemerintah harus hadir memberikan solusi,” katanya.

DPRD Kabupaten Pati meminta pemerintah daerah segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan kelompok tani untuk memperkuat pengendalian hama secara terpadu. Langkah tersebut dianggap penting agar populasi tikus tidak semakin meningkat selama musim kemarau berlangsung.

Selain itu, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, juga mendorong adanya gerakan bersama di tingkat desa maupun kelompok tani untuk melakukan pembersihan area persawahan dan pengendalian sarang tikus secara rutin. Menurutnya, penanganan secara kolektif akan jauh lebih efektif dibandingkan dilakukan sendiri-sendiri oleh petani.

Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap persoalan pertanian di wilayah selatan Kabupaten Pati. Tidak hanya soal pengendalian hama, tetapi juga penyediaan kebutuhan air yang menjadi persoalan utama saat musim kemarau.

Dengan adanya langkah cepat dan sinergi antara pemerintah serta petani, DPRD Kabupaten Pati berharap ancaman gagal tanam akibat kekeringan dan serangan hama dapat ditekan sehingga produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga. (Adv)