Dana Banprov Rp230 Miliar Cair, DPRD Pati Minta Desa Perhatikan Mutu Pembangunan -->

Header Menu


Dana Banprov Rp230 Miliar Cair, DPRD Pati Minta Desa Perhatikan Mutu Pembangunan

Kamis, 21 Mei 2026

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto

PATI – JurnalSatuu.com,
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, meminta pemerintah desa lebih memperhatikan mutu pembangunan setelah Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Tengah mulai dicairkan pada akhir Mei 2026. Ia menilai kualitas pembangunan harus menjadi prioritas utama dalam penggunaan dana tersebut.

Banprov yang diterima Kabupaten Pati diketahui mencapai Rp230 miliar dan akan disalurkan ke sekitar 160 desa. Dana tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Menurut Joni, penggunaan anggaran sebaiknya difokuskan pada pembangunan fisik yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Infrastruktur jalan desa dan talud menjadi dua sektor yang dianggap penting untuk segera ditingkatkan kualitasnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan pembangunan jalan desa saat ini telah mengalami perubahan. Pemerintah desa tidak lagi diperbolehkan menggunakan aspal biasa karena dinilai kurang berkualitas.

“Jalan desa sekarang tidak boleh lagi memakai aspal goreng. Harus menggunakan hotmix atau cor beton,” ungkap Joni usai menghadiri kegiatan sosialisasi di Kantor DPUTR, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan hotmix dan cor beton diharapkan mampu menghasilkan jalan desa yang lebih tahan lama. Dengan kualitas infrastruktur yang lebih baik, aktivitas masyarakat juga akan menjadi lebih lancar.

Menurutnya, kondisi jalan desa memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat. Jalan yang baik akan mempermudah akses transportasi, distribusi hasil pertanian, hingga kegiatan perdagangan di tingkat desa.

Selain itu, pembangunan talud juga perlu diperhatikan karena memiliki fungsi penting dalam menjaga lingkungan dan mengurangi risiko kerusakan akibat aliran air. Joni meminta seluruh proyek pembangunan dilakukan sesuai standar teknis agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kalau kualitas pembangunan bagus, tentu masyarakat akan lebih nyaman dan anggaran juga tidak cepat habis untuk perbaikan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah desa agar berhati-hati dalam mengelola dana Banprov yang jumlahnya cukup besar. Transparansi dan pengawasan dinilai penting agar penggunaan anggaran tetap sesuai aturan dan tepat sasaran.

DPRD Kabupaten Pati, lanjut Joni, akan terus memantau pelaksanaan pembangunan di desa-desa penerima Banprov. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia berharap bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu mampu mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Pati. Dengan infrastruktur desa yang semakin baik, kesejahteraan masyarakat diharapkan ikut meningkat.

“Yang terpenting pembangunan ini benar-benar berkualitas dan bisa dimanfaatkan masyarakat dalam waktu lama,” tandasnya. (Adv)