Atap Bocor dan Minim Penghuni, Rusunawa Juwana Akan Jadi Prioritas Perbaikan Pemkab Pati -->

Header Menu


Atap Bocor dan Minim Penghuni, Rusunawa Juwana Akan Jadi Prioritas Perbaikan Pemkab Pati

Jumat, 15 Mei 2026

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto

PATI – JurnalSatuu.com ,
Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Juwana di Kabupaten Pati saat ini menghadapi persoalan serius terkait kondisi bangunan dan rendahnya jumlah penghuni. Dari total kapasitas sebanyak 196 keluarga, bangunan tersebut kini hanya dihuni oleh sekitar 53 Kepala Keluarga (KK).

Minimnya tingkat hunian itu diduga kuat dipengaruhi kondisi fasilitas yang kurang memadai. Beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, terutama kebocoran atap di sejumlah kamar yang membuat penghuni merasa kurang nyaman.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menilai kondisi tersebut perlu segera mendapatkan perhatian pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa bangunan publik seperti rusunawa tidak cukup hanya dibangun, tetapi juga harus dirawat secara berkelanjutan.

“Rusunawa itu memang pemerintah harus komitmen untuk merawat. Disana juga ada pembiayaan, kalau rusak parah kan repot, atapnya bocor semua,” ujar Joni, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, kerusakan yang terjadi saat ini menjadi salah satu alasan masyarakat enggan tinggal di rusunawa. Padahal, keberadaan hunian tersebut diharapkan mampu membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang layak dengan biaya sewa terjangkau.

Joni menyebut, DPRD Kabupaten Pati bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati sebenarnya sudah merancang langkah pembenahan. Namun untuk sementara, pemerintah daerah masih fokus mengalokasikan anggaran pada sektor infrastruktur jalan.

Perbaikan jalan dinilai menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi antarwilayah. Meski begitu, DPRD Kabupaten Pati memastikan Rusunawa Juwana tetap masuk dalam daftar program pembenahan berikutnya.

“Insyaallah ke depan kota fokus benahi. Kalau sekarang kan kita fokus di jalan,” katanya.

Ia memperkirakan, setelah target pembenahan jalan selesai pada 2027, pemerintah akan mulai memusatkan perhatian pada renovasi rusunawa agar kondisinya lebih layak dan nyaman ditempati masyarakat.

Rencana tersebut mendapat dukungan karena Rusunawa Juwana dinilai masih memiliki potensi besar sebagai solusi hunian perkotaan. Selain lokasinya strategis, biaya sewanya juga relatif terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

DPRD Kabupaten Pati berharap proses renovasi nantinya dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan atap, fasilitas kamar, saluran air, hingga sistem pemeliharaan bangunan. Dengan perbaikan yang maksimal, tingkat hunian di Rusunawa Juwana diharapkan dapat meningkat signifikan.

Selain itu, pemerintah juga diminta lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai keberadaan dan manfaat rusunawa. Langkah tersebut penting agar fasilitas yang sudah dibangun dengan anggaran negara benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh warga yang membutuhkan. (Adv)