Tekan Angka Pengangguran, Dewan Pati Dorong Pemkab Tarik Investor -->

Header Menu


Tekan Angka Pengangguran, Dewan Pati Dorong Pemkab Tarik Investor

Sabtu, 18 April 2026

 


Suyono, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati

PATI - JurnalSatuu.com, –   Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati terus mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memaksimalkan penarikan investor guna menekan angka pengangguran yang masih menjadi tantangan daerah. Hal itu disampaikan Anggota Komisi C DPRD Pati Suyono.

Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini menekankan bahwa peningkatan investasi, baik dari pihak swasta maupun luar, sangat krusial untuk membuka lapangan kerja baru dan menyerap angkatan kerja lokal.

"Salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah dalam rangka mengurangi angka pengangguran adalah dengan menarik investor sebanyak-banyaknya. Semakin banyak investor yang masuk di daerah, maka akan semakin banyak tenaga kerja yang bisa ditampung dalam perusahaan,' ujar Suyono.

Oleh karena itu, Suyono mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menarik investor ke Pati semaksimal mungkin. Dia juga mengaku prihatin dengan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Pati tersebut. “Harapan kami, Pemkab Pati segera mencari dan menarik investor untuk dapat membuka lapangan kerja, agar angka pengangguran dapat ditekan semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini juga berharap, mereka yang masih membutuhkan pekerjaan dapat berusaha untuk mencari kerja di luar daerah. “Di luar daerah juga memungkinkan membutuhkan tenaga jerja sesuai dengan skill yang dimiliki, sesuai dengan kompetensi  yang dibutuhkan,” sambungnya. 

Lebih lanjut, Suyono juga mendorong agar perusahaan tidak hanya merekrut tenaga kerja berpengalaman, tetapi juga bersedia membina tenaga kerja lokal, termasuk melibatkan anak muda dalam menciptakan lapangan kerja. 

"Ini sangat penting, karena masih banyak pengangguran di Kabupaten Pati yang tidak mengandalkan pengalaman, atau kompetensi tertentu sebagai modal dalam mencari kerja. Kami juga berharap, perusahaan nantinya juga mau melakukan pembinaan terhadap tenaga lokal, sehingga angka pengangguran dapat ditekan semaksimal mungkin," pungkasnya. (Adv)