PATI – JurnalSatuu.com, Kondisi Pedagang Kaki Lima di Alun-alun Kembangjoyo Pati semakin menyusut. Dari ratusan pedagang yang pernah meramaikan kawasan tersebut, kini hanya tersisa sekitar 20 pedagang. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menyayangkan situasi ini. Ia menilai upaya revitalisasi yang telah dilakukan belum mampu menjawab kebutuhan para pedagang.
“Anggaran sudah besar, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Ini perlu evaluasi serius,” ujarnya.
Kader Partai Demokrat ini menegaskan, pemerintah daerah masih memiliki tanggung jawab untuk menuntaskan persoalan tersebut, termasuk memperbaiki koordinasi lintas instansi. "Ini menjadi tanggung jawab Pemkab untuk menuntaskan persoalan tersebut, agar anggaran yang sudah dikeluarkan dengan jumlah yang tidak sedikit, dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan," ujar Joni.
Di samping itu, masih menurut Joni, dirinya menekankan pentingnya regulasi yang kuat dalam penataan PKL. Ia bahkan telah mengkaji hal tersebut dalam disertasi akademiknya, dengan harapan bisa menjadi solusi konkret bagi pengembangan ekonomi berbasis pedagang kecil.
“Sejak lama saya mendampingi PKL, dan saya ingin mereka bisa berkembang dengan sistem yang lebih baik,” sambungnya.
Keberadaan PKL, lanjut Joni, perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, agar mereka dapat beraktivitas di tempat-tempat yang semestinya untuk dapat mendapatkan mata pencaharian guna membiayai kebutuhan hidup.
"Temen-temen PKL ini kan punyan keluarga yang harus dicukupi kebutuhannya, yang salah satunya adalah menggelar dagangannya. Harapan kami, persoalan ini dapat segera teratasi, sehingga PKL-PKL kita dapat terus berkarya," pungkasnya. (Red)
