Petani Pati Turun Jalan! Protes Pupuk Cuma 20 Persen, Ancam Bertahan di Kantor Dinas -->

Header Menu


Petani Pati Turun Jalan! Protes Pupuk Cuma 20 Persen, Ancam Bertahan di Kantor Dinas

Jumat, 10 April 2026

 

Salah satu perwakilan petani hutan

PATI – JurnalSatuu.com , Kekecewaan petani terhadap distribusi pupuk bersubsidi memuncak. Ratusan petani yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Perhutanan Sosial (AMPS) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati, Kamis (9/4/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap minimnya alokasi pupuk yang diterima petani. Mereka menilai kebijakan yang ada saat ini belum berpihak pada kebutuhan petani di lapangan.

Dengan menggunakan truk, para petani datang secara berombongan dan langsung menggelar aksi di halaman kantor dinas. Berbagai poster bernada kritik dibentangkan, menyuarakan keresahan mereka terhadap kelangkaan pupuk.

Dalam kesempatan itu, para petani juga melakukan audiensi dengan Kepala Dispertan Pati dan jajaran terkait. Mereka berharap adanya solusi nyata atas persoalan yang sudah berlangsung cukup lama.

Perwakilan petani, Saman, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.

“Kami sudah bertahun-tahun menunggu. Tapi sampai sekarang, kebutuhan pupuk kami belum juga terpenuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa petani perhutanan sosial hanya menerima sekitar 20 persen dari kebutuhan pupuk. Kondisi tersebut dinilai sangat tidak ideal dan berdampak langsung pada hasil produksi.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk membantu petani hutan. Namun, hingga kini implementasinya belum dirasakan secara maksimal.

Para petani pun menyatakan siap bertahan di lokasi hingga tuntutan mereka dipenuhi. Aksi ini menjadi bentuk tekanan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi.

Masalah ini kembali menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam hal distribusi sarana produksi yang menjadi kebutuhan utama petani. (Adv)