Peringatan Hari Otda ke-30, Pemkab Bekasi Tekankan Sinergi Pemda dan Pemerintah Pusat Demi Wujudkan Asta Cita -->

Header Menu


Peringatan Hari Otda ke-30, Pemkab Bekasi Tekankan Sinergi Pemda dan Pemerintah Pusat Demi Wujudkan Asta Cita

Selasa, 28 April 2026

Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026

KAB. BEKASI - JurnalSatuu.com , Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik guna mewujudkan Asta Cita.

Hal tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (27/4/2026).

Upacara tersebut mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang mencerminkan komitmen kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Dalam kesempatan itu, Asep Surya Atmaja membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum untuk memperkokoh komitmen pemerintah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Otonomi daerah merupakan instrumen untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, otonomi daerah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi lokal. Melalui pemanfaatan potensi tersebut, daerah diharapkan mampu menghadirkan berbagai terobosan serta tumbuh secara berkelanjutan.

Selain itu, seluruh kepala daerah juga diajak untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan global seperti ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi.

Dalam implementasinya, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat sejumlah sektor strategis, di antaranya upaya swasembada pangan melalui penguatan regulasi, teknologi, dan sumber daya manusia.

Selain itu, pengelolaan sumber daya air serta pengembangan kewirausahaan dan ekonomi daerah juga dinilai penting guna membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Peningkatan kualitas layanan kesehatan juga menjadi perhatian, antara lain melalui penguatan fasilitas kesehatan, sistem rujukan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi layanan, serta upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Asep menambahkan, capaian 30 tahun pelaksanaan otonomi daerah harus menjadi momentum untuk terus mengoptimalkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, sekaligus memperkuat koordinasi antar level pemerintahan agar kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran.

Menurutnya, kolaborasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan arah kebijakan nasional memerlukan komitmen serta pemahaman yang sama mengenai prioritas pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Oleh sebab itu, pemerintah daerah tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga harus menjadi mitra aktif dalam merancang kebijakan yang relevan dengan kondisi serta potensi lokal agar pembangunan dapat berlangsung secara adil dan merata,” ujarnya.

(Hms.Jabar)