BANJARNEGARA – JurnalSatuu.com , Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Banjarnegara, didorong untuk memanfaatkan teknologi digital demi pengembangan usaha mereka.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyono, saat membuka acara Pelatihan Digital Marketing, di Gedung PLUT Banjarnegara, Senin (13/4/2026).
“UMKM hari ini tidak cukup hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Harus berani beradaptasi dengan teknologi digital, karena di situlah peluang pasar terbuka luas. Dengan digital marketing, produk lokal kita bisa menjangkau pasar yang lebih besar,” ujarnya.
Adi berharap, para pelaku UMKM di Banjarnegara mampu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, serta memanfaatkan teknologi digital secara optimal, untuk mendukung pertumbuhan usaha mereka. Dia juga mendorong agar semua pelaku usaha dan UMKM berani naik kelas, melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, dan cara pemasarannya.
“Jangan sekadar berjualan, tetapi bangun usaha yang punya nilai tambah. Kalau dikelola dengan baik, UMKM bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah,” tambahnya.
Salah seorang narasumber, Heri Setiawan, menekankan pentingnya pemahaman konsep Cashflow Quadrant dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, banyak usaha tutup bukan karena rugi, melainkan karena kehabisan arus kas.
“Bisnis itu bukan hanya soal untung rugi di atas kertas. Banyak yang secara laporan untung, tetapi tidak punya uang tunai untuk operasional. Jadi, hal yang harus dijaga adalah cashflow,” jelas Heri.
Dia menyebutkan, bisnis yang sehat setidaknya memiliki lima indikator utama, yakni aset, penjualan (sale), keuntungan (profit), arus kas (cash), dan arus kas bebas (free cash).
Lebih lanjut, Heri memotivasi para pelaku UMKM untuk tidak berhenti menjadi pedagang semata.
“Bisnis harus naik kelas. Jangan hanya dinikmati sendiri, tapi juga memberi manfaat bagi orang lain. Bangun diri, keluarga, bisnis, sekaligus kontribusi untuk agama dan bangsa,” pesannya.
Peserta dari Kesenet Kecamatan Banjarmangu, Nur, menyatakan senang mengikuti pelatihan yang telah membuka wawasan baru baginya.
“Saya jadi tahu bagaimana memasarkan produk secara digital, termasuk membuat konten yang menarik. Selama ini wawasan dan jualan masih sederhana, sekarang jadi lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha,” ungkapnya.
Penulis: Muji, Kontributor Banjarnegara
Editor: Hms.Jtg
%20Kabupaten%20Banjarnegara,%20Adi%20Cahyono.jpg)