PATI – JurnalSatuu.com, - Sedekah bumi
adalah tradisi adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa, terutama bagi petani
atau nelayan, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan
rezeki yang melimpah dari bumi. Tradisi ini merupakan tradisi yang susah turun-temurun
yang dilaksanakan oleh pemerintah desa dengan melibatkan seluruh komponen
masyarakat.
Selain doa bersama yang diselenggarakan di
tingkat desa disertai doa bersama di masing-masing RT, dalam tradisi sedekah
bumi juga memberikan hiburan bagi masyarakat. Banyak kesenian yang merupakan
budaya lokal, digelar dalam kegiatan bersih desa yang diselenggarakan oleh
setiap desa. Mulai pagelaran wayang kulit, ketoprak, barongan, sampai karnaval dan
hiburan-hiburan lainnya disuguhkan bagi masyarakat.
Kaitannya dengan moemntum bersih desa yang
saat ini diselenggarakan oleh hampir semua desa di kabupaten pati, Ketua DPRD
Pati, Ali Badrudin mengatakan, bahwa sedekah bumi ini merupakan momen tepat
untuk melestarikan budaya lokal. “Ini menjadi momentum tepat untuk dapat
melestarikan budaya lokal agar tidak punah karena perkembangan zaman yang saat
ini sudah merambah ke era digital,” beber Ali.
Menurut Ali, sedekah bumi merupakan
tradisi tahunan yang digelar oleh masyarakat sebagai bentuk meluapkan rasa
syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Sedekah bumi atau bersih desa ini kan
sudah menjadi agenda rutin tahunan yang hampir setiap desa di Kabupaten Pati
ini menyelenggarakannya. Harapan kami, ini bisa menjadi salah satu agenda yang
mampu melestarikan budaya kita. Kan banyak yang menampilkan pagelaran wayang
kulit, ketoprak, ada barongan, dan kesenian-kesenian lainnya,” sambung Ali.
Legislator dari PDI Perjuangan ini juga
menambahkan, acara sedekah bumi merupakan tradisi yang sudah diselenggarakan
secara turun temurun, sebagai wujud nyata adanya kearifan lokal yang positif,
yang mampu menggabungkan nilai-nilai agama, budaya, dan sosial. (Adv)
