PATI – JurnalSatuu.com , Polemik kegiatan outing class dengan biaya tinggi di SMP Negeri 1 Tayu menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pati. Kegiatan yang semula direncanakan ke Bali dengan biaya Rp1,8 juta per siswa itu akhirnya dibatalkan.
Anggota
Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Sutrisno, menilai bahwa kebijakan tersebut
menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan agar lebih mempertimbangkan
kondisi masyarakat.
“Ini
jadi catatan bagi kita semua, terutama pihak sekolah, agar tidak menjadikan
OSIS sebagai alasan,” ujarnya.
Ia
menegaskan bahwa kegiatan pendidikan di luar kelas tetap diperbolehkan, namun
harus dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi orang tua siswa.
Selain itu, pelaksanaan kegiatan juga harus sesuai dengan arahan pemerintah
daerah.
Sutrisno
mengungkapkan bahwa Plt Bupati Pati telah memberikan kebijakan agar kegiatan
semacam outing class dilakukan di dalam daerah. Hal ini bertujuan untuk
mengoptimalkan potensi lokal.
“Kegiatan
tetap boleh dilakukan, tetapi diarahkan di wilayah Pati,” jelasnya.
Sutrisno
menambahkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya meringankan beban wali murid,
tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan UMKM lokal.
“Ini
sekaligus untuk mengenalkan wisata di Pati dan mendukung UMKM,” katanya.
Sebelumnya,
Komisi D DPRD Kabupaten Pati telah memanggil pihak SMP Negeri 1 Tayu bersama
Dinas Pendidikan untuk meminta penjelasan terkait rencana kegiatan tersebut.
Dengan
adanya kejadian ini, DPRD Kabupaten Pati berharap ke depan sekolah dapat lebih
selektif dalam merancang kegiatan agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
(Adv)
