DPRD Pati Soroti Naik Turun Harga Singkong, Petani Mulai Tinggalkan Komoditas -->

Header Menu


DPRD Pati Soroti Naik Turun Harga Singkong, Petani Mulai Tinggalkan Komoditas

Kamis, 23 April 2026

Muslihan, S.Pd.I, M.Pd, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati

PATI – JurnalSatuu.com , DPRD Kabupaten Pati menyoroti fenomena fluktuasi harga singkong yang berdampak pada perubahan pola tanam petani. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, S.Pd.I, M.Pd, menyampaikan bahwa ketidakstabilan harga membuat sebagian petani memilih beralih ke komoditas lain yang lebih menjanjikan.

“Saat harga singkong turun, sebagian petani memilih beralih ke tebu karena dinilai lebih stabil,” ujarnya.

Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan bahwa fluktuasi harga merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam sektor pertanian. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan minat petani untuk menanam komoditas tertentu.

Muslihan menilai bahwa tebu menjadi pilihan alternatif karena memiliki harga yang relatif stabil. Hal ini memberikan kepastian pendapatan bagi petani dibandingkan dengan singkong.

“Stabilitas harga menjadi pertimbangan utama petani dalam menentukan komoditas,” jelas Muslihan.

Meski demikian, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, S.Pd.I, M.Pd, berharap petani tetap mempertahankan komoditas singkong sebagai salah satu produk unggulan daerah. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah dalam menjaga kestabilan harga.

“Kami berharap harga singkong bisa segera stabil agar petani kembali semangat,” tambahnya.

DPRD Kabupaten Pati juga mendorong adanya kebijakan yang mampu melindungi petani dari dampak fluktuasi harga, sehingga sektor pertanian tetap menjadi andalan perekonomian daerah. (Adv)