PATI – JurnalSatuu.com, Kerusakan bangunan SD Negeri Mencon 01 di Kecamatan Pucakwangi yang sempat roboh mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Pati. Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan pihaknya siap mengawal proses pembangunan kembali sekolah tersebut agar berjalan tepat sasaran.
Teguh mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pati melalui Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama Dinas Pendidikan yang langsung merespons persoalan tersebut.
Menurutnya, langkah sigap pemerintah menjadi bukti bahwa sektor pendidikan masih menjadi prioritas utama, terutama dalam menjamin keselamatan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.
“Ketika ada sekolah yang rusak hingga roboh, tentu penanganannya harus cepat. Anak-anak tidak boleh kehilangan hak belajarnya hanya karena persoalan bangunan sekolah,” kata Teguh, Sabtu (25/4).
Ia menilai koordinasi Pemkab Pati dengan pihak Kementerian Pendidikan juga menjadi langkah positif agar pembangunan sekolah dapat berjalan sesuai aturan dan memperoleh dukungan yang maksimal.
Tak hanya itu, Teguh juga mengapresiasi penggunaan pendopo Kepala Desa Mencon sebagai ruang belajar sementara bagi siswa kelas 1 sampai kelas 5. Menurutnya, langkah itu menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah kabupaten.
“Ini bentuk gotong royong yang sangat baik. Pemerintah desa hadir, masyarakat mendukung, dan pemerintah kabupaten bergerak cepat,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pembangunan sekolah tidak dilakukan secara tergesa-gesa hanya demi mengejar waktu. Ia meminta kualitas bangunan harus menjadi perhatian utama agar gedung sekolah benar-benar aman dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Komisi D DPRD Pati, kata Teguh, akan terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan tersebut agar penggunaan anggaran tidak melenceng dan hasilnya sesuai harapan masyarakat.
Selain SDN Mencon 01, pihaknya juga mendorong agar revitalisasi SMP Negeri 2 Pucakwangi segera direalisasikan karena kondisi bangunannya juga mulai mengalami kerusakan yang mengkhawatirkan. (Red)
