PATI – JurnalSatuu.com, - Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Didin Syafrudin, menilai keputusan SMP Negeri 1 Tayu yang membatalkan kegiatan outing class ke Bali sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan. Kebijakan yang tertuang dalam surat resmi Nomor: 002/OSIS/IV/2026 tertanggal 17 April 2026 itu mendapat respon positif dari semua pihak, terutama bagi wali murid kelas VII SMP Negeri 1 Tayu.
Surat pembatalan yang ditandatangani Ketua OSIS Nabil Gibran Widitanaya dan Ketua Komite H. Muhtadi, S.Ag, serta diketahui Kepala Sekolah Sri Wahyuni itu terbit setelah ada Surat Edaran dari Disdikbud Kabupaten Pati, Nomor: B/105/400.3/2-26 tertanggal 16 April 2026 tentang Kebijakan Pengelolaan Satuan Pendidikan, yang salah satunya melarang sekolah melaksanakan kegiatan outing class ke luar daerah Pati.
Sebelumnya, kegiatan tersebut direncanakan diikuti siswa kelas VII dengan biaya Rp 1,8 juta per siswa, yang menuai perhatian karena dinilai cukup tinggi.
Didin menyatakan bahwa keputusan pembatalan ini menunjukkan adanya kesadaran institusional dalam dunia pendidikan untuk tidak memaksakan program yang berpotensi membebani masyarakat. “Ini langkah progresif. Sekolah tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mempertimbangkan aspek keadilan sosial,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pendidikan tidak boleh menjadi ruang yang menciptakan diskriminasi ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menurutnya, kegiatan seperti outing class tetap dapat dilaksanakan dengan konsep yang lebih sederhana, edukatif, dan terjangkau. “Yang terpenting adalah substansi pembelajaran, bukan destinasi atau kemewahan kegiatan. Oleh karena itu, kami sangat mendukung kebijakan Pemkab Pati, yang melarang adanya kegiatan outing class, kecuali dilaksanakan di dalam daerah sendiri,” tambahnya.
Didin juga mendorong adanya regulasi atau pedoman yang lebih jelas terkait penyelenggaraan kegiatan sekolah di luar kelas, agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Dengan kebijakan ini, SMP Negeri 1 Tayu dinilai telah mengambil peran sebagai institusi pendidikan yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan peserta didik secara menyeluruh. (Adv)
