Lima Sekolah dan Posyandu Terdampak, Polresta Pati Dalami Penyebab Keracunan MBG di Gembong -->

Header Menu

Lima Sekolah dan Posyandu Terdampak, Polresta Pati Dalami Penyebab Keracunan MBG di Gembong

Sabtu, 12 September 2026

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widyatama

PATI — JurnalSatuu.com,
Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa, guru, hingga balita di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, kini tengah didalami oleh pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widyatama, memastikan penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

Menurut Dika, pihaknya telah memintai keterangan sejumlah saksi, mulai dari siswa yang menjadi korban keracunan hingga perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1, yang menjadi penyedia menu MBG bagi sekolah-sekolah terdampak.

“Ya, saat ini kita masih proses penyelidikan terhadap kejadian tersebut. Dan untuk update-nya sampai sekarang ini, ya nanti bisa ditanyakan ke pihak rumah sakit atau kita masih update dulu lah,” katanya kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, polisi juga telah mengambil sampel menu MBG serta sisa muntahan dari sejumlah siswa untuk diuji di Laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati. “Kita juga sudah mengambil sampling makanan dan juga sisa apa muntahan dari para siswa untuk dilakukan uji laboratorium,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya tersangka dalam kasus ini, Kompol Dika menegaskan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut sebelum mengambil kesimpulan. Ia menyebut, penetapan tersangka bisa saja dilakukan apabila ditemukan unsur pidana dalam proses pengolahan maupun distribusi makanan tersebut.

“Kita masih proses penyelidikan. Ya, saksi dari siswa dan juga dari SPPG sudah kita mintai keterangan. Nah, nanti kita sampaikan di perkembangan yang lebih lanjut. Mungkin itu saja,” tandasnya.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Pati per Jumat (11/9/2026) pukul 11.00 WIB, total korban dugaan keracunan MBG mencapai 424 orang, terdiri dari siswa dan guru lima sekolah di Kecamatan Gembong serta belasan balita dari Posyandu Anggrek, dengan gejala mulai dari mual, pusing, muntah, hingga diare. (RED)