PATI – JurnalSatuu.com, Persoalan kekeringan yang melanda 25 desa di Kabupaten Pati mendapat perhatian serius dari DPRD setempat. Sebagai solusi jangka panjang, lembaga legislatif ini mengusulkan pembangunan seribu titik sumur bor kepada pemerintah pusat guna mengatasi krisis air bersih yang terjadi hampir setiap musim kemarau.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati,
wilayah terdampak kekeringan tersebar di sembilan kecamatan, meliputi Gabus,
Jakenan, Jaken, Pucakwangi, Tambakromo, Winong, Pati, Sukolilo, dan Kayen.
Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan
sudah dilaporkan sejak beberapa pekan terakhir, dengan sejumlah sumur warga
mulai kehilangan sumber airnya memasuki bulan September ini.
“Masyarakat di wilayah Kabupaten Pati sudah bulan September ini banyak
sumur yang sumbernya mulai menipis. Terutama di wilayah Gabus, Jaken, Jakenan,
Pucakwangi membutuhkan air bersih,” jelasnya.
Merespons kondisi tersebut, Hardi yang juga menjabat Ketua DPC Partai
Gerindra Pati ini menyebut pihaknya telah mengajukan usulan pembangunan sumur
bor kepada Kementerian Pertanian, dan usulan tersebut disebutnya mendapat
tanggapan positif. “Sudah kita usulkan lewat Menteri Pertanian sumur bor,
Insyaallah mau dikasih oleh Pak Prabowo sehingga tempat-tempat yang rawan
kekeringan nanti bisa mendapatkan air bersih,” katanya.
Ia menambahkan, usulan yang diajukan mencakup seribu titik sumur bor yang
akan disebar ke berbagai wilayah rawan kekeringan agar penanganannya bisa lebih
merata. “Mengusulkan banyak sekali. Seribu titik. Sehingga nanti bisa merata
agar masyarakat mendapatkan air yang layak,” ujarnya.
Menurut Hardi, sumur bor tersebut nantinya tidak hanya bermanfaat untuk
memenuhi kebutuhan air minum warga, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk
mendukung aktivitas pertanian yang selama ini turut terdampak kekeringan. “Di
samping untuk air minum, nanti untuk kebutuhan pertanian,” pungkasnya.
Sembari menunggu realisasi program sumur bor tersebut, Pemkab Pati saat ini
telah mengambil langkah penanganan darurat dengan mengirimkan sekitar 6 hingga
8 tangki air bersih setiap hari secara bergantian ke wilayah-wilayah yang
terdampak kekeringan. (ADV)