Kabupaten Pati Terima Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif di Jakarta -->

Header Menu

Kabupaten Pati Terima Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif di Jakarta

Jumat, 11 September 2026


PATI — JurnalSatuu.com,
Kabupaten Pati mendapat apresiasi sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif dalam sebuah perhelatan yang digelar di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (9/9/2026). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam rangkaian perayaan HUT salah satu stasiun TV nasional.

Apresiasi tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, kepada Chandra sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di daerahnya.

“Kami mendapatkan apresiasi sebagai daerah inovatif dan ekonomi kreatif. Sekali lagi terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Pati, penghargaan ini adalah penghargaan untuk kita semua untuk menuju Kabupaten Pati yang kreatif dan inovatif,” ujar Chandra.

Komitmen Pemkab Pati terhadap sektor ekonomi kreatif tercermin dari ditetapkannya Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 500.13/1036 Tahun 2026 tentang Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati Periode 2026–2030 pada 2 April 2026, yang kemudian disempurnakan melalui Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 500.13/1896 Tahun 2026 pada 2 Juli 2026.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati, Acep Iqbal Syamsul Bilad, menyampaikan bahwa penghargaan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai apresiasi seremonial. “Apresiasi ini kami harapkan tidak berhenti sebagai penghargaan, tetapi menjadi bentuk pengakuan bahwa upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Pati mulai mendapat perhatian di tingkat nasional,” ujarnya saat diwawancarai melalui telepon.

Salah satu agenda yang turut mendorong apresiasi ini adalah Pekan Kreasi Pati dan Jateng Creative Fest yang digelar di Alun-Alun Pati pada 31 Juli hingga 5 Agustus 2026. Selama enam hari, kegiatan tersebut menampilkan pertunjukan seni budaya, pameran UMKM, festival kuliner khas, hingga aktivasi komunitas kreatif.

“Ekonomi kreatif di Kabupaten Pati harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah, bukan sekadar kegiatan pendukung,” kata Iqbal.

Ia berharap, ke depan Pati mampu mengubah potensi lokalnya menjadi nilai ekonomi nyata, sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (RED)