PATI — JurnalSatuu.com, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati atau akrab disapa Bu Ning, masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati untuk mengetahui penyebab pasti keracunan yang dialami ratusan anak usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1.
Menurut Bu Ning, pemeriksaan laboratorium menjadi langkah penting mengingat secara kasatmata makanan yang dikonsumsi para siswa tidak menunjukkan tanda-tanda basi maupun mengeluarkan bau tak sedap.
“Anak-anak ini trauma. Enak makannya, tidak merasa basi atau bau. Tapi kok bisa menimbulkan efek. Makanya ini perlu pemeriksaan khusus di lab, apa yang membuat anak-anak menjadi keracunan,” ujarnya.
Ia menilai, hasil uji laboratorium akan menjadi bagian krusial dalam proses evaluasi pelaksanaan program MBG ke depan. Dengan mengetahui akar penyebabnya secara pasti, langkah perbaikan dan pencegahan diharapkan bisa dirumuskan agar kejadian serupa tidak terulang.
Di sisi lain, Bu Ning turut mengapresiasi kecepatan respons fasilitas kesehatan dalam menangani anak-anak yang mengalami keluhan usai mengonsumsi menu MBG tersebut.
“Alhamdulillah langsung ditangani, cukup kondusif, tidak ada yang memburuk. Terima kasih semua fasilitas kesehatan yang sigap sehingga anak-anak langsung tertangani,” katanya.
Ia berharap, hasil uji laboratorium dapat segera diketahui sehingga penyebab kejadian ini bisa terungkap secara jelas dan menjadi bahan evaluasi bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pati. Komisi D DPRD Pati pun akan terus memantau perkembangan kasus ini demi memastikan keamanan pangan program MBG ke depannya. (ADV) *Ud
