Bukan Dibuang, Bayi di Pati Diserahkan Kakek Nenek yang Malu Kondisi Keluarga -->

Header Menu

Bukan Dibuang, Bayi di Pati Diserahkan Kakek Nenek yang Malu Kondisi Keluarga

Kamis, 10 September 2026

PATI — JurnalSatuu.com, Kisah penemuan bayi terlantar dalam kardus yang viral di Desa Badegan, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, pada Selasa (8/9/2026) malam, akhirnya terbukti tidak sesuai fakta. Polisi mengungkap bahwa bayi tersebut sejatinya bukan dibuang, melainkan sengaja diserahkan oleh kakek dan neneknya sendiri ke pihak rumah sakit dengan cerita yang direkayasa.

Kapolsek Margorejo, AKP Sahlan, menjelaskan bahwa kecurigaan muncul sejak penanganan awal di rumah sakit, yang kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Margorejo bersama Resmob Polresta Pati. Penelusuran data ibu hamil melalui bidan desa menjadi kunci terbukanya kasus ini.

“Dari penelusuran data bidan desa, ada salah satu warga yang dicurigai. Setelah kami mendatangi rumahnya di Desa Badegan, kami menemukan adanya bercak darah. Setelah didalami, ternyata bayi memang dilahirkan di rumah itu,” ujar AKP Sahlan, Rabu (9/9/2026).

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa sepasang suami istri yang merupakan kakek dan nenek bayi membawa bayi laki-laki tersebut ke UGD Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati pada Selasa malam, dengan kondisi tali pusat masih menempel segar. Kepada petugas medis, keduanya berulang kali mengaku menemukan bayi tersebut tergeletak di jalan, sebuah klaim yang kemudian viral dan mengundang simpati luas warganet di media sosial.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa ibu bayi merupakan warga Desa Badegan yang melahirkan secara mandiri di rumahnya. Sang ibu diketahui masih berstatus istri sah dari seorang warga Kabupaten Kudus, meski hubungan pernikahan mereka saat ini sedang menuju perceraian.

Menurut AKP Sahlan, rasa malu keluarga terhadap kondisi rumah tangga yang belum selesai diduga menjadi alasan utama di balik upaya menutupi kehamilan dan kelahiran bayi tersebut dari masyarakat.

“Sebenarnya itu tidak dibuang nggih, tapi diserahkan ke pihak KSH. Namun, karena mungkin kakek neneknya merasa malu dengan kondisi yang ada, mereka akhirnya mengarang cerita seolah-olah menemukan bayi terbuang di jalan,” pungkasnya. (RED)