PATI – JurnalSatuu.com, DPD Partai Golkar Kabupaten Pati terus mengejar penyelesaian proses Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk mengisi satu kursi anggota DPRD Kabupaten Pati yang kosong. Kursi tersebut ditinggalkan almarhum Riyanto yang meninggal dunia pada April 2026.
Ketua DPD Golkar Pati, Endah Sri Wahyuningati atau Bu Ning, mengatakan
proses PAW saat ini masih berlangsung. Pengajuan administrasi telah diteruskan
ke tingkat provinsi, sedangkan pihaknya kini menunggu surat dari Gubernur Jawa
Tengah.
Surat tersebut diperlukan sebelum pihak Golkar dapat mengajukan penjadwalan
pelantikan anggota DPRD pengganti di Kabupaten Pati.
“Kami sudah proses PAW
berjalan. Pengajuan ke provinsi sehingga kita menunggu gubernur turun surat,
setelah itu kita ajukan penjadwalan di Pati terkait pelantikan PAW,” ujarnya.
Selain menunggu surat
dari gubernur, proses PAW juga masih berkaitan dengan arahan DPD Golkar
Provinsi Jawa Tengah. Endah mengatakan sejumlah tahapan sebelumnya membuat
proses pengisian kursi kosong tersebut membutuhkan waktu.
Untuk calon pengganti, mekanismenya mengacu pada urutan perolehan suara
dalam Pemilu Legislatif sebelumnya. Kandidat dengan perolehan suara tepat di
bawah Riyanto menjadi dasar untuk menentukan anggota yang akan menggantikannya.
Dirinya optimistis seluruh tahapan dapat segera diselesaikan. Ia berharap
surat dari gubernur dan arahan DPD Golkar Jawa Tengah dapat diterima sebelum
akhir Agustus sehingga pelantikan dapat dilakukan pada awal September.
“Kalau September optimis, kami mencoba di Agustus tersisa ini dari gubernur
dan DPD Golkar provinsi. Sesuai urutan yang terbanyak setelah almarhum,”
katanya.
Menurut Ketua DPD Golkar Pati ini , proses PAW memang cukup panjang karena
terdapat beberapa persyaratan dan kelengkapan administratif yang harus
dipenuhi. Namun, sejumlah kekurangan dokumen yang sebelumnya menjadi kendala
kini telah diselesaikan.
“Kalau kemarin ada beberapa yang kurang, Alhamdulillah tinggal menunggu.
Kami akan komunikasikan supaya dalam secepatnya. Kami berharap September awal,”
tuturnya.
Pengisian kursi yang kosong tersebut dinilai penting bagi keberlangsungan
kerja Fraksi Golkar di DPRD Kabupaten Pati. Setelah anggota pengganti dilantik,
komposisi fraksi diharapkan kembali lengkap sehingga fungsi DPRD, mulai dari
legislasi, pengawasan hingga penganggaran, dapat berjalan secara optimal.
Golkar Pati pun menyatakan akan terus melakukan komunikasi dengan pihak
terkait agar seluruh proses PAW dapat diselesaikan sesuai target. (ADV)
