Teguh Bandang Soroti Regenerasi Seni Pati di Tengah Rencana Kilau Raya MNCTV -->

Header Menu

Teguh Bandang Soroti Regenerasi Seni Pati di Tengah Rencana Kilau Raya MNCTV

Jumat, 14 Agustus 2026


PATI – JurnalSatuu.com,
Momentum Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat regenerasi seni dan budaya lokal. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, berharap agenda hiburan Kilau Raya MNCTV ikut memberikan ruang bagi para seniman daerah.

Kilau Raya MNCTV rencananya berlangsung selama dua hari, yakni 28 dan 29 Agustus 2026, di kawasan Simpang Lima Pati. Agenda tersebut akan menghadirkan pawai artis dan panggung hiburan bagi masyarakat dalam suasana perayaan hari jadi kabupaten.

Bandang menyambut baik rencana kegiatan tersebut. Namun, ia berharap keberadaan artis dari luar daerah tidak membuat seniman Pati kehilangan kesempatan untuk tampil.

Menurutnya, seniman lokal perlu mendapatkan kesempatan secara proporsional untuk memperlihatkan kemampuan dan karya mereka. Dukungan semacam itu penting agar pelaku seni daerah tetap memiliki ruang untuk berkembang.

Tidak hanya berkaitan dengan kesempatan tampil, keterlibatan seniman lokal juga dipandang sebagai bagian dari proses regenerasi. Seni tradisional dan seni kreasi masyarakat membutuhkan generasi penerus agar tidak berhenti di tengah perubahan zaman.

“Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya regenerasi agar kesenian tradisional maupun seni kreasi masyarakat Pati tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” ujar Bandang, Kamis (13/8/2026).

Ia menilai acara besar yang melibatkan masyarakat luas dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan seni Pati. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku seni perlu terus diperkuat.

Menurutnya, kehadiran Kilau Raya MNCTV bertepatan dengan momentum Hari Jadi Pati ke-703 sehingga memiliki nilai strategis untuk mempertemukan berbagai unsur dalam kegiatan kebudayaan.

“Karena itu, momentum Hari Jadi Pati ke-703 dinilai tepat untuk semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Pati, pelaku seni, komunitas budaya, generasi muda, serta seluruh elemen masyarakat,” ucapnya.

Bandang berharap penyelenggaraan agenda hiburan tersebut dapat berjalan seiring dengan upaya memperkuat kebudayaan lokal. Dengan keterlibatan seniman daerah, panggung perayaan hari jadi diharapkan tidak hanya menjadi pusat hiburan, tetapi juga ruang apresiasi dan regenerasi seni Pati.

Ia menilai kolaborasi lintas elemen menjadi kunci agar kesenian lokal tetap hidup, berkembang, dan mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan identitas daerah. (ADV)