PATI – JurnalSatuu.com, Momentum Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat regenerasi seni dan budaya lokal. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, berharap agenda hiburan Kilau Raya MNCTV ikut memberikan ruang bagi para seniman daerah.
Kilau Raya MNCTV rencananya berlangsung selama dua hari, yakni 28 dan 29
Agustus 2026, di kawasan Simpang Lima Pati. Agenda tersebut akan menghadirkan
pawai artis dan panggung hiburan bagi masyarakat dalam suasana perayaan hari
jadi kabupaten.
Bandang menyambut baik rencana kegiatan tersebut. Namun, ia berharap
keberadaan artis dari luar daerah tidak membuat seniman Pati kehilangan
kesempatan untuk tampil.
Menurutnya, seniman lokal perlu mendapatkan kesempatan secara proporsional
untuk memperlihatkan kemampuan dan karya mereka. Dukungan semacam itu penting
agar pelaku seni daerah tetap memiliki ruang untuk berkembang.
Tidak hanya berkaitan dengan kesempatan tampil, keterlibatan seniman lokal
juga dipandang sebagai bagian dari proses regenerasi. Seni tradisional dan seni
kreasi masyarakat membutuhkan generasi penerus agar tidak berhenti di tengah
perubahan zaman.
“Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya regenerasi agar kesenian
tradisional maupun seni kreasi masyarakat Pati tetap hidup dan berkembang di
tengah perubahan zaman,” ujar Bandang, Kamis (13/8/2026).
Ia menilai acara besar yang melibatkan masyarakat luas dapat menjadi sarana
memperkenalkan kekayaan seni Pati. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah
dan pelaku seni perlu terus diperkuat.
Menurutnya, kehadiran Kilau Raya MNCTV bertepatan dengan momentum Hari Jadi
Pati ke-703 sehingga memiliki nilai strategis untuk mempertemukan berbagai
unsur dalam kegiatan kebudayaan.
“Karena itu, momentum Hari Jadi Pati ke-703 dinilai tepat untuk semakin
memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Pati, pelaku seni,
komunitas budaya, generasi muda, serta seluruh elemen masyarakat,” ucapnya.
Bandang berharap penyelenggaraan agenda hiburan tersebut dapat berjalan
seiring dengan upaya memperkuat kebudayaan lokal. Dengan keterlibatan seniman
daerah, panggung perayaan hari jadi diharapkan tidak hanya menjadi pusat
hiburan, tetapi juga ruang apresiasi dan regenerasi seni Pati.
Ia menilai kolaborasi lintas elemen menjadi kunci agar kesenian lokal tetap
hidup, berkembang, dan mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan
identitas daerah. (ADV)
.png)