Sungai Silugonggo hingga Bago Jadi Sasaran Awal Normalisasi Alat Berat DPUTR Pati -->

Header Menu

Sungai Silugonggo hingga Bago Jadi Sasaran Awal Normalisasi Alat Berat DPUTR Pati

Jumat, 14 Agustus 2026

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto

PATI – JurnalSatuu.com,
Dua alat berat baru milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati disiapkan untuk mempercepat penanganan sejumlah sungai dan saluran air. Komisi C DPRD Kabupaten Pati meminta peralatan tersebut segera digunakan di titik-titik yang telah membutuhkan normalisasi.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menyebut dua ekskavator tersebut akan difungsikan untuk membantu masyarakat, termasuk melakukan pengerukan sungai yang mulai mengalami pendangkalan.

Pengadaan alat berat itu sebelumnya ditargetkan sebanyak tiga unit. Namun, karena adanya efisiensi anggaran, jumlah yang terealisasi menjadi dua unit. Meski demikian, Joni menilai kedua alat tersebut tetap harus dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Terkait ekskavator yang dibeli DPU ada dua jenis, ada yang kecil dan panjang. Barangnya baru jenis komatsu bagus, insyaallah nanti akan digunakan untuk pengerukan sungai-sungai yang mulai dangkal,” ujarnya.

Joni mengatakan bidang sumber daya air DPUTR perlu menyiagakan alat tersebut ketika menerima permintaan bantuan. Hal itu dimaksudkan agar penanganan sungai dan saluran air dapat dilakukan lebih cepat, terutama ketika terdapat persoalan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Untuk tahap awal, Komisi C mendorong normalisasi Sungai Silugonggo di Kecamatan Sukolilo. Penanganan juga diarahkan ke Sungai Bago di Kecamatan Margoyoso untuk membersihkan tumpukan sampah industri tepung tapioka yang berada di aliran sungai.

Kebutuhan normalisasi juga disampaikan oleh sejumlah masyarakat di wilayah lain. Joni menyebut petani Baturejo dan warga Bulumanis Kidul telah mengajukan permintaan agar sungai di wilayah mereka mendapatkan penanganan.

“Kemarin kan ada permintaan dari petani Baturejo untuk normalisasi sungai. Terus kemudian ada dari Bulumanis Kidul. Jadi nanti akan kita awasi untuk segera kesana alat beratnya,” tutur legislator Partai Demokrat tersebut.

Joni menegaskan keberadaan alat berat tidak hanya ditujukan untuk pekerjaan normalisasi rutin. Peralatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi pendukung ketika terjadi kondisi darurat, khususnya saat banjir menyebabkan tanggul sungai jebol.

Dengan pemanfaatan yang tepat sasaran, dua ekskavator tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air sekaligus meningkatkan respons terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Pati. (ADV)