Sragen Masuk Top 10 Apresiasi Pemanfaatan IDSD Jawa Tengah 2026 -->

Header Menu

Sragen Masuk Top 10 Apresiasi Pemanfaatan IDSD Jawa Tengah 2026

Jumat, 21 Agustus 2026


BOYOLALI – JurnalSatuu.com,
Kabupaten Sragen masuk dalam jajaran 10 kabupaten/kota penerima Apresiasi Pemanfaatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Jawa Tengah Tahun 2026. Capaian tersebut menunjukkan upaya Pemkab Sragen memanfaatkan data, riset, dan inovasi sebagai dasar dalam membaca kondisi daya saing serta menentukan arah pembangunan daerah.

Penghargaan diterima Bupati Sragen Sigit Pamungkas, dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dalam rangkaian Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, di Alun-Alun Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026). Apresiasi tersebut diberikan kepada kabupaten/kota, yang dinilai mampu memanfaatkan IDSD sebagai instrumen untuk mendorong peningkatan daya saing daerah.

Sebelum memperoleh penghargaan, Pemkab Sragen menyusun Laporan Pemanfaatan IDSD Kabupaten Sragen Tahun 2026. Dokumen tersebut memuat analisis kondisi daya saing daerah, identifikasi kekuatan dan kelemahan, kesenjangan dengan wilayah pengembangan, prioritas intervensi, hingga rencana tindak lanjut pemanfaatan IDSD dalam pembangunan.

Laporan tersebut kemudian dinilai oleh dewan juri. Sragen berhasil masuk 15 besar dan melanjutkan ke tahap presentasi serta wawancara yang dipaparkan Bupati Sigit Pamungkas. Setelah melalui seluruh tahapan penilaian, Sragen ditetapkan sebagai salah satu penerima apresiasi Top 10 IDSD Jawa Tengah Tahun 2026.

Bupati Sigit mengatakan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Sragen untuk terus memperkuat pembangunan yang berbasis data, riset, dan inovasi.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana IDSD kita gunakan untuk membaca posisi Sragen, melihat apa yang masih kurang, kemudian kita tindak lanjuti melalui kebijakan dan program yang konkret. Ini menjadi bagian dari upaya kita membangun Sragen yang semakin berdaya saing, sejahtera, dan tidak meninggalkan masyarakat,” ujar Sigit.

Menurutnya, IDSD tidak hanya digunakan untuk mengukur daya saing daerah, tetapi juga membantu pemerintah membaca persoalan, menentukan prioritas, serta merumuskan strategi pembangunan.

“Pemanfaatan IDSD di Kabupaten Sragen sendiri tidak berhenti pada pengukuran angka indeks. Hasil analisis digunakan untuk membaca secara lebih tajam posisi daya saing Sragen, menentukan aspek yang perlu diperkuat, serta merumuskan strategi dan rencana aksi pembangunan,” lanjutnya.

Sigit menambahkan, peningkatan daya saing daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemkab Sragen akan terus mendorong keterlibatan perangkat daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta pemerintah pusat dan provinsi agar hasil riset dan inovasi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan pembangunan.

Dalam pelaksanaannya, hasil analisis daya saing dipadukan dengan dokumen perencanaan, riset dan inovasi daerah, serta program prioritas pembangunan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat kebijakan pembangunan semakin berbasis data dan bukti.

Berdasarkan Surat Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor S/000.9.6/548/2026 tanggal 14 Agustus 2026, Kabupaten Sragen tercantum sebagai salah satu dari 10 kabupaten/kota penerima penghargaan.

Apresiasi IDSD Jawa Tengah 2026 bukan merupakan kompetisi yang menetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga. Penghargaan diberikan kepada 10 kabupaten/kota terpilih yang dinilai menunjukkan pemanfaatan IDSD dalam mendukung peningkatan daya saing daerah.

Bagi Pemkab Sragen, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperbaiki aspek daya saing yang masih menjadi tantangan, mempertahankan keunggulan yang telah dicapai, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Pemanfaatan IDSD diharapkan terus dikembangkan sebagai instrumen untuk mengarahkan pembangunan Sragen, agar semakin tepat sasaran dan mampu meningkatkan daya saing serta kesejahteraan masyarakat.

(Hms.Jtg)