Serapan Telur untuk MBG, DPRD Pati Dorong Komunikasi Asosiasi dan Peternak Diperkuat -->

Header Menu

Serapan Telur untuk MBG, DPRD Pati Dorong Komunikasi Asosiasi dan Peternak Diperkuat

Rabu, 19 Agustus 2026

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan

PATI – JurnalSatuu.com,
Rencana penyerapan produk peternakan lokal untuk mendukung kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong DPRD Kabupaten Pati meminta adanya komunikasi yang lebih terbuka antara asosiasi dan peternak.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mengatakan persoalan pendataan menjadi bagian penting sebelum pembahasan penyerapan hasil peternakan dilakukan lebih jauh. Menurutnya, data anggota Asosiasi Peternak Pati harus jelas agar tidak muncul kesalahpahaman di lapangan.

DPRD, kata Muslihan, mendukung keberadaan asosiasi sebagai wadah bagi para pelaku usaha peternakan untuk berkomunikasi dan menyampaikan aspirasi. Namun, keberadaan asosiasi harus dibarengi dengan keterbukaan informasi mengenai siapa saja peternak yang menjadi anggotanya.

“Kami sepakat dengan adanya asosiasi ini. Tapi agar tidak terjadi mis komunikasi antar peternak, memang harus ada komunikasi antara asosiasi, pemerintah, dan kami DPRD,” kata Muslihan, Selasa (18/8/2026).

Ia mengungkapkan, DPRD Kabupaten Pati masih menerima komunikasi dari peternak yang mengaku tidak masuk dalam asosiasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pembahasan mengenai penyerapan telur maupun produk peternakan lainnya berkaitan langsung dengan kepentingan para pelaku usaha.

Karena itu, Muslihan meminta asosiasi melakukan inventarisasi anggota secara resmi. Data tersebut dapat digunakan untuk memperjelas keterwakilan peternak sekaligus menjadi bahan dalam pembahasan kebijakan.

“Tetapi asosiasi juga harus memiliki data-data para peternak yang tergabung. Soalnya banyak yang menghubungi kami mereka-mereka yang tidak masuk dalam asosiasi,” ujarnya.

Menurut Muslihan, persoalan komunikasi perlu diselesaikan agar aspirasi peternak dapat disampaikan secara utuh kepada pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Pati. Data yang valid juga akan membantu menghindari kesalahpahaman ketika kebijakan terkait penyerapan produk peternakan mulai dibahas.

DPRD Kabupaten Pati berharap asosiasi, pemerintah daerah, dan peternak dapat membangun mekanisme komunikasi yang lebih terbuka. Dengan begitu, pembahasan mengenai penyerapan telur untuk kebutuhan MBG dapat dilakukan berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan yang nantinya diambil tidak hanya berjalan transparan, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi para pelaku usaha peternakan Kabupaten Pati. (ADV)