PATI – JurnalSatuu.com, Pengguna Jalan Pantura Pati-Rembang diimbau mengantisipasi kepadatan lalu lintas menyusul dimulainya proyek perbaikan jalan nasional yang didanai pemerintah pusat senilai Rp34,8 miliar. Pekerjaan konstruksi saat ini telah berlangsung di kawasan Desa Widorokandang, Kecamatan Pati.
Selama proses pembangunan, sebagian badan jalan digunakan untuk kegiatan
pengecoran sehingga kendaraan dari dua arah harus memperlambat laju akibat
penyempitan jalur. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan antrean kendaraan,
terutama pada jam-jam sibuk.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Jawa Tengah, Christianto Budi Raharjo,
menyampaikan bahwa proyek merupakan bagian dari paket pekerjaan yang dibiayai
melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Penanganan dilakukan sepanjang
3,24 kilometer dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026.
"Penanganan ruas ini merupakan bagian dari paket pekerjaan yang
didanai melalui SBSN dengan masa kontrak selama 540 hari kalender," ungkap
Christianto.
Ia menjelaskan, fokus utama proyek bukan memperlebar jalan, melainkan
meningkatkan kualitas struktur konstruksi dan meninggikan badan jalan agar
lebih tahan terhadap beban kendaraan serta mengurangi potensi genangan.
"Fokus pekerjaan adalah meningkatkan elevasi dan kualitas struktur
jalan pada segmen yang ditangani. Untuk pekerjaan ini tidak direncanakan
pelebaran jalan," jelasnya.
Dengan penggunaan lapisan Laston AC-BC dan beton FS-45, pemerintah
optimistis kualitas jalan akan meningkat secara signifikan. Selain membuat
permukaan jalan lebih kuat, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan
keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur
Pantura Pati-Rembang.
Selama pekerjaan berlangsung, masyarakat diminta mengikuti pengaturan lalu
lintas serta mematuhi seluruh rambu yang dipasang demi mendukung kelancaran
proyek hingga selesai sesuai jadwal.
(RED)