PATI – JurnalSatuu.com, Penanganan pengemis dan gelandangan pengemis di Kabupaten Pati dinilai membutuhkan kerja sama lintas daerah. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Danu Ikhsan, mengungkapkan tidak seluruh peminta-minta yang ditemukan di wilayah Pati merupakan warga setempat.
Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu membangun koordinasi dengan
pemerintah kabupaten atau kota lain apabila menemukan pengemis yang berasal
dari luar wilayah Pati.
“Kalau ditemukan peminta-minta dari daerah kabupaten/kota lain perlu ada
koordinasi antarkabupaten/kota,” ujar Danu.
Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar penanganan dapat dilakukan
sesuai mekanisme, termasuk apabila diperlukan proses pemulangan ke daerah asal.
Persoalan pengemis sendiri masih ditemukan di sejumlah titik keramaian,
terutama kawasan lampu lalu lintas. Lokasi tersebut menjadi tempat yang banyak
dipilih karena pengguna jalan yang berhenti memberikan peluang bagi
peminta-minta untuk memperoleh uang.
Danu menilai penyebab aktivitas mengemis tidak dapat disederhanakan sebagai
persoalan ekonomi. Kesenjangan ekonomi memang menjadi salah satu faktor, tetapi
terdapat pula keterbatasan lapangan pekerjaan, minimnya peluang usaha, serta
kemauan individu dalam mencari alternatif pekerjaan.
Bahkan, dalam beberapa penertiban, petugas disebut pernah menemukan
pengemis yang membawa uang dalam jumlah cukup banyak. Temuan tersebut menjadi
salah satu alasan perlunya pendekatan berbeda dalam menangani persoalan PMKS.
Di lapangan, aktivitas meminta-minta juga dilakukan dengan berbagai cara.
Ada yang mengenakan kostum badut maupun tampil sebagai manusia silver untuk
menarik perhatian masyarakat.
Danu menilai operasi penertiban saja tidak akan cukup menyelesaikan
persoalan. Pemerintah perlu menyiapkan program yang dapat memberikan alternatif
sumber penghasilan bagi masyarakat yang memang menggantungkan hidup dari
aktivitas meminta-minta.
Program penanganan juga diharapkan menyentuh aspek sosial dan ekonomi
sehingga mampu mengatasi faktor yang melatarbelakangi munculnya aktivitas
tersebut.
Danu menegaskan pemerintah daerah, aparat, masyarakat, serta pemerintah
daerah lain perlu bekerja bersama. Sinergi diperlukan agar penanganan tidak
sekadar memindahkan pengemis dari satu tempat ke tempat lain.
Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, persoalan PMKS
di Kabupaten Pati diharapkan dapat dikurangi secara bertahap. Di saat yang
sama, masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh peluang
mendapatkan penghasilan yang lebih layak. (ADV)
.png)