Pengemis dari Luar Daerah Ditemukan di Pati, DPRD Dorong Koordinasi Antarwilayah -->

Header Menu

Pengemis dari Luar Daerah Ditemukan di Pati, DPRD Dorong Koordinasi Antarwilayah

Jumat, 21 Agustus 2026

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Danu Ikhsan

PATI – JurnalSatuu.com,
Penanganan pengemis dan gelandangan pengemis di Kabupaten Pati dinilai membutuhkan kerja sama lintas daerah. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Danu Ikhsan, mengungkapkan tidak seluruh peminta-minta yang ditemukan di wilayah Pati merupakan warga setempat.

Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu membangun koordinasi dengan pemerintah kabupaten atau kota lain apabila menemukan pengemis yang berasal dari luar wilayah Pati.

“Kalau ditemukan peminta-minta dari daerah kabupaten/kota lain perlu ada koordinasi antarkabupaten/kota,” ujar Danu.

Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar penanganan dapat dilakukan sesuai mekanisme, termasuk apabila diperlukan proses pemulangan ke daerah asal.

Persoalan pengemis sendiri masih ditemukan di sejumlah titik keramaian, terutama kawasan lampu lalu lintas. Lokasi tersebut menjadi tempat yang banyak dipilih karena pengguna jalan yang berhenti memberikan peluang bagi peminta-minta untuk memperoleh uang.

Danu menilai penyebab aktivitas mengemis tidak dapat disederhanakan sebagai persoalan ekonomi. Kesenjangan ekonomi memang menjadi salah satu faktor, tetapi terdapat pula keterbatasan lapangan pekerjaan, minimnya peluang usaha, serta kemauan individu dalam mencari alternatif pekerjaan.

Bahkan, dalam beberapa penertiban, petugas disebut pernah menemukan pengemis yang membawa uang dalam jumlah cukup banyak. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan perlunya pendekatan berbeda dalam menangani persoalan PMKS.

Di lapangan, aktivitas meminta-minta juga dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang mengenakan kostum badut maupun tampil sebagai manusia silver untuk menarik perhatian masyarakat.

Danu menilai operasi penertiban saja tidak akan cukup menyelesaikan persoalan. Pemerintah perlu menyiapkan program yang dapat memberikan alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat yang memang menggantungkan hidup dari aktivitas meminta-minta.

Program penanganan juga diharapkan menyentuh aspek sosial dan ekonomi sehingga mampu mengatasi faktor yang melatarbelakangi munculnya aktivitas tersebut.

Danu menegaskan pemerintah daerah, aparat, masyarakat, serta pemerintah daerah lain perlu bekerja bersama. Sinergi diperlukan agar penanganan tidak sekadar memindahkan pengemis dari satu tempat ke tempat lain.

Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, persoalan PMKS di Kabupaten Pati diharapkan dapat dikurangi secara bertahap. Di saat yang sama, masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh peluang mendapatkan penghasilan yang lebih layak. (ADV)