Pemkab Pati Siapkan Kalender Budaya Tahunan, Ali Badrudin : Tari Kolosal Jadi Wadah Kreativitas Pelajar -->

Header Menu

Pemkab Pati Siapkan Kalender Budaya Tahunan, Ali Badrudin : Tari Kolosal Jadi Wadah Kreativitas Pelajar

Kamis, 27 Agustus 2026

Pertunjukan Tari Kolosal 1.000 pelajar tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Pati yang digelar pada Minggu (23/8/2026) dan berlangsung di Alun-Alun Simpang Lima Pati

PATI – JurnalSatuu.com, Pemerintah Kabupaten Pati berencana menjadikan kegiatan kebudayaan sebagai agenda rutin tahunan. Komitmen tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra setelah pertunjukan Tari Kolosal yang melibatkan 1.000 pelajar SD dan SMP se-Kabupaten Pati.

Tari Kolosal digelar pada Minggu (23/8/2026) di Alun-Alun Simpang Lima dan mendapat sambutan masyarakat. Ribuan warga hadir menyaksikan penampilan para pelajar dalam pertunjukan tersebut.

Chandra mengatakan agenda kebudayaan ke depan akan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat. Tidak hanya kelompok kesenian dan budayawan, sekolah juga diharapkan menjadi bagian dari ruang kreativitas yang terus berkembang di Kabupaten Pati.

“Kita akan adakan kalender rutin tahunan. Kelompok masyarakat, budayawan, kesenian, dan sekolah-sekolah ini terus berkreativitas untuk memberikan warna kesenian di Kabupaten Pati,” katanya.

Rencana tersebut mendapat dukungan Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin. Ia menilai keberadaan agenda budaya yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kesenian daerah tetap hidup.

Menurut Ali, pelibatan generasi muda menjadi hal yang tidak kalah penting. Keterlibatan 1.000 pelajar dalam Tari Kolosal menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan kecintaan terhadap kesenian tradisional.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak kita bisa semakin mengenal dan mencintai kesenian tradisional. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang,” ujar Ali.

Ia berharap kegiatan kebudayaan tidak berhenti sebagai tontonan masyarakat. Pertunjukan seni juga dapat menjadi sarana pendidikan sekaligus wadah untuk mempertahankan identitas budaya Kabupaten Pati.

Menurutnya, keberlangsungan budaya sangat bergantung pada adanya generasi penerus yang mengenal dan mau terlibat di dalamnya. Karena itu, ruang kreativitas bagi pelajar perlu terus dibuka melalui berbagai kegiatan kebudayaan.

Dengan adanya kalender budaya rutin, pemerintah diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada sekolah, komunitas, budayawan, dan kelompok kesenian untuk menampilkan karya mereka. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk menjaga keberadaan seni daerah agar tetap dikenal oleh masyarakat dan generasi berikutnya. (ADV)