Pemerintah Perkuat Kompetensi Guru Vokasi, Dorong Lulusan SMK Lebih Siap Hadapi Perkembangan Industri -->

Header Menu

Pemerintah Perkuat Kompetensi Guru Vokasi, Dorong Lulusan SMK Lebih Siap Hadapi Perkembangan Industri

Rabu, 12 Agustus 2026

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah dalam Program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi-Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV-BMTI) dan dipusatkan di SMK Negeri 1 Tasikmalaya.

TASIKMALAYA - JurnalSatuu.com, 
Pemerintah terus memperkuat kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan vokasi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4 yang resmi dibuka di SMK Negeri 1 Tasikmalaya, Senin (10/8/2026).

Program yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV-BMTI) tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan vokasi agar semakin selaras dengan kebutuhan industri.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan peningkatan keahlian atau upskilling bagi guru vokasi bukan lagi sekadar pilihan. Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut guru untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan.

"Perkembangan teknologi jika tidak disikapi secara cermat oleh kita, khususnya guru-guru di SMK, maka nanti lulusan kita tidak siap untuk bekerja, karena teknologinya sudah melampaui, ini tantangannya," tegas Atip.

Ia menyoroti perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut membuat guru harus mampu beradaptasi agar materi dan praktik pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan industri.

"Para guru harus terus di-upskilling karena kita menyadari bahwa kecepatan teknologi sekarang tidak lagi dalam hitungan tahun. Mungkin ke depan dalam hitungan satu bulan sudah muncul teknologi baru, ini tantangan yang luar biasa," jelasnya.

Kepala BBPPMPV-BMTI, Baharudin, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis kejuruan. Peserta juga mendapatkan penguatan pedagogi, perubahan pola pikir (mindset), kepemimpinan, kewirausahaan, serta pengenalan terhadap iklim dan budaya dunia kerja.

"Harapannya, dari kegiatan ini nanti seluruh peserta memahami materi pelatihan, kemudian mengimplementasikan dan mampu mengimbaskan hasilnya kepada guru-guru dan murid," jelas Baharudin.

Selain dipusatkan di SMK Negeri 1 Tasikmalaya, program peningkatan kompetensi tersebut juga dilaksanakan secara serentak di beberapa pusat belajar, antara lain SMK 2 Yogyakarta, SMK 5 Surakarta, SMK 1 Karawang, dan SMK Lelea.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengapresiasi program tersebut dan mendorong lahirnya terobosan teknologi rekayasa di SMK. Salah satu gagasan yang disorot adalah pemanfaatan limbah plastik menjadi bahan baku furnitur melalui penerapan konsep 3R (reuse, reduce, recycle).

"Tidak menutup kemungkinan BMTI juga melakukan rekayasa, misalnya pembuatan pelelehan terhadap sampah plastik untuk dijadikan balok-balok yang menjadi bahan baku untuk bangku sekolah, bangku kafe, ataupun bangku kepala sekolah seluruh Indonesia. Itu menjadi ide yang bagus," ujar Ferdiansyah.

Ia menambahkan, Komisi X DPR RI siap mendukung pengembangan pendidikan vokasi melalui dukungan penganggaran. Terobosan yang dihasilkan sekolah dan balai diharapkan mampu memberikan dampak nyata, termasuk membantu menjawab persoalan nasional seperti darurat sampah.

(KEMENDIKDASMEN)