Pekalongan Buka Pelatihan Roti dan Kue Bersertifikat -->

Header Menu

Pekalongan Buka Pelatihan Roti dan Kue Bersertifikat

Sabtu, 22 Agustus 2026


PEKALONGAN – JurnalSatuu.com,
  Warga Kota Pekalongan dan sekitarnya berpeluang untuk mendapat keterampilan atau merintis usaha di bidang kuliner, melalui pelatihan bertajuk Tailor Made Training (TMT) Pembuatan Roti dan Kue. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Nisfisano Pekalongan bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, secara gratis dan bersertifikasi kompetensi BNSP.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, mengatakan, tak hanya memperoleh berbagai materi pembuatan roti dan kue, para peserta pelatihan juga akan mendapatkan keuntungan lainnya.

“Kami mendorong masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya karena pelatihannya gratis. Peserta juga mendapatkan sertifikasi kompetensi,” ujar Betty saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).

Menurut Betty, keterampilan pengolahan makanan, termasuk roti dan kue, memiliki peluang pengembangan seiring kebutuhan pasar dan minat masyarakat terhadap usaha kuliner.

“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan, mereka tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga lebih percaya diri, siap bekerja, dan mampu melihat peluang usaha,” tambahnya.

Kepala LPK Nisfisano, Nakiroh, mengatakan peserta memperoleh berbagai fasilitas, seperti uang transport, asuransi ketenagakerjaan, pakaian kerja, apron, dan topi chef. Hasil praktik juga dapat dibawa pulang.

“Peserta nantinya tidak hanya mendapatkan keterampilan dari pelatihan, tetapi juga pengalaman melalui magang. Harapannya, setelah selesai mengikuti program, mereka lebih siap untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri,” ungkapnya.

Pihaknya menyediakan 70 kuota bagi masyarakat dari wilayah mana pun. Prioritasnya adalah warga usia produktif minimal 17 tahun, lulusan SD, SMA, maupun SMK. Calon peserta wajib memiliki akun Siap Kerja, belum bekerja atau menganggur, serta bukan peserta didik aktif. Peserta juga wajib mengikuti pelatihan hingga selesai.

Ia merinci persyaratan yang harus disiapkan oleh calon peserta, yakni salinan KTP, salinan kartu keluarga, salinan ijazah terakhir, pas foto 3×4 dengan pakaian formal atau rapi berlatar merah, serta rekening bank pribadi.

Nakiroh menyebut tidak ada seleksi khusus dalam proses pendaftaran yang dibuka hingga 31 Agustus 2026. Pelatihan dimulai 8 September 2026 di LPK Nisfisano, Jalan Jlamprang Klego Gang 2 Nomor 4, Pekalongan.

Masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat mendaftar melalui bit.ly/PendaftaranTMT2026 atau menghubungi WhatsApp 0877 3677 6332 (Aldiansya Faza).

“Program ini menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan vokasi yang berorientasi pada kompetensi, pengalaman kerja, dan peluang kewirausahaan,” pungkas Nakiroh.

(Hms.Jtg)