Karwito Dorong Aspirasi Warga Dukuh Slempung Masuk Prioritas Pembangunan -->

Header Menu

Karwito Dorong Aspirasi Warga Dukuh Slempung Masuk Prioritas Pembangunan

Senin, 10 Agustus 2026

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Karwito, melalui agenda reses di Dukuh Slempung, Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti.

PATI – JurnalSatuu.com,
Komunikasi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat kembali dilakukan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Karwito, melalui agenda reses di Dukuh Slempung, Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti.

Dalam pertemuan yang diikuti puluhan ibu-ibu tersebut, Karwito menerima sejumlah masukan mengenai kebutuhan warga. Aspirasi yang disampaikan mencerminkan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan fasilitas sosial hingga perbaikan sarana pendukung aktivitas sehari-hari.

Warga mengusulkan pembangunan mushola serta pengaspalan jalan di lingkungan mereka. Selain itu, muncul pula gagasan pembentukan Kelompok Usaha Ternak Sapi yang diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat.

Karwito menegaskan bahwa seluruh masukan tersebut tidak akan berhenti pada forum reses. Aspirasi warga akan dicatat dan disampaikan melalui pimpinan DPRD Kabupaten Pati serta Pemerintah Kabupaten Pati untuk melihat kemungkinan tindak lanjutnya.

“Aspirasi warga Slempung kita tampung. Nanti kita sampaikan kepada pimpinan DPRD Kabupaten Pati dan kepada pemerintah agar mudah dilakukan tindak lanjut,” tutur Karwito.

Menurut dia, bertemu langsung dengan masyarakat memiliki arti penting bagi anggota DPRD Kabupaten Pati. Sebab, persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui secara lebih konkret dan menjadi bahan dalam memperjuangkan program yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Usulan terkait usaha ternak sapi menjadi salah satu perhatian tersendiri. Karwito melihat sektor tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila didukung dengan pengelolaan yang tepat dan pendampingan yang memadai.

Sementara itu, pembangunan jalan dan mushola juga menjadi bagian dari aspirasi yang perlu diperhatikan. Jalan yang memadai diperlukan untuk menunjang mobilitas warga, sedangkan mushola berkaitan dengan kebutuhan sosial masyarakat setempat.

Karwito berkomitmen mengawal aspirasi yang diperoleh selama masa reses. Namun, realisasinya tetap akan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah, kemampuan anggaran, dan urutan prioritas pembangunan.

Melalui kegiatan tersebut, ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dengan masyarakat agar arah pembangunan daerah tidak hanya ditentukan dari atas, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan nyata yang disampaikan warga dari lapangan.

Ketiga versi di atas tidak menggunakan pola artikel sumber secara mentah. Saya juga sengaja membuat fokus berbeda: artikel pertama menonjolkan hasil reses, artikel kedua menonjolkan usulan warga, sedangkan artikel ketiga menitikberatkan pada komitmen Karwito mengawal aspirasi. (ADV)