Hadapi Era Digital, DPRD Pati Minta Pelaku UMKM Tak Hanya Bertahan tapi Berani Berkembang -->

Header Menu

Hadapi Era Digital, DPRD Pati Minta Pelaku UMKM Tak Hanya Bertahan tapi Berani Berkembang

Jumat, 21 Agustus 2026

Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKS, Karmijan

PATI – JurnalSatuu.com,
Pelaku UMKM di Kabupaten Pati didorong untuk beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKS, Karmijan, menilai penguatan akses permodalan dan kemampuan digital marketing menjadi dua hal yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mendorong UMKM naik kelas.

Karmijan mengatakan UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian masyarakat. Sektor ini juga terbukti memiliki daya tahan ketika menghadapi situasi sulit.

“UMKM adalah yang paling bertahan dalam situasi apa pun, contohnya saat masa pandemi kemarin, yang paling bertahan adalah UMKM,” ungkapnya.

Atas dasar itu, menurut Karmijan, pemerintah daerah perlu memberikan dukungan lebih optimal. UMKM tidak cukup hanya didorong agar tetap bertahan, tetapi juga perlu dibantu agar mampu meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar.

Permodalan menjadi salah satu persoalan utama yang perlu diperhatikan. Kemudahan akses modal dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produksi dan mengembangkan skala bisnis.

Namun, modal saja dinilai belum cukup. Pelaku UMKM juga harus mampu memasarkan produk mengikuti perkembangan teknologi. Pemasaran digital menjadi semakin penting karena konsumen kini memiliki banyak pilihan dan semakin terbiasa bertransaksi melalui platform online.

Karmijan meminta perangkat daerah terkait memperbanyak pelatihan dan pendampingan digital marketing. Pendampingan tersebut diharapkan benar-benar memberikan kemampuan praktis kepada pelaku UMKM untuk menjalankan pemasaran secara online.

Tantangan terbesar, kata dia, salah satunya datang dari pelaku usaha yang telah berusia lanjut dan belum terbiasa menggunakan teknologi.

Karena itu, keterlibatan keluarga maupun pegawai dapat menjadi solusi agar usaha tetap mampu mengikuti perkembangan pemasaran digital.

“Setidaknya para pelaku UMKM yang sudah lanjut masih bisa ada solusi, entah dibantu anaknya, atau pegawainya untuk mengelola marketing online,” jelas Karmijan.

Ia menambahkan, pengembangan UMKM tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Lembaga keuangan dan pelaku usaha juga harus membangun sinergi untuk mengatasi persoalan permodalan maupun pemasaran.

Dengan dukungan yang lebih kuat, Karmijan berharap produk-produk UMKM Pati mampu menembus pasar yang lebih luas. Dalam jangka panjang, penguatan sektor tersebut diharapkan meningkatkan daya saing usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkokoh UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat Pati. (ADV)