PATI – JurnalSatuu.com, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memastikan akan terus mengawal perkembangan dugaan kasus perundungan yang menimpa seorang siswa MTs di Kabupaten Pati. Pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Agama maupun kepolisian yang sedang menangani perkara tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan
bahwa lembaganya telah berkomunikasi dengan Kementerian Agama untuk memperoleh
informasi awal terkait penanganan kasus. Selanjutnya, DPRD Kabupaten Pati juga
akan meminta perkembangan terbaru kepada pihak kepolisian.
"Sudah kami koordinasi dengan Kemenag kemarin, menanyakan situasi dan
perkembangannya. Nanti kami juga akan menanyakan perkembangan kasus ini ke
kepolisian," ungkap Teguh.
Bandang menegaskan, DPRD Kabupaten Pati tidak mentoleransi tindakan
bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, setiap siswa
memiliki hak memperoleh rasa aman selama mengikuti proses belajar mengajar.
"Yang jelas kami DPRD Kabupaten Pati mengutuk perbuatan yang tidak
bagus seperti itu," tegasnya.
Dirinya juga mengingatkan agar seluruh pihak tidak menghalangi proses
pengungkapan fakta. Transparansi dinilai menjadi syarat penting agar penyebab
kejadian dapat diketahui secara jelas sekaligus menjadi pembelajaran bagi dunia
pendidikan di Kabupaten Pati.
Selain mengawal proses hukum, DPRD Kabupaten Pati mendorong adanya
penguatan edukasi anti-bullying di sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
bersama Kementerian Agama diminta aktif memberikan pembinaan kepada kepala
sekolah, guru, serta seluruh pemangku kepentingan agar mampu mendeteksi dan
mencegah perundungan sejak dini.
Menurut DPRD Kabupaten Pati, penanganan kasus tidak cukup hanya dengan
penegakan hukum, tetapi juga harus diiringi langkah preventif melalui
pembentukan budaya sekolah yang saling menghormati dan bebas dari kekerasan.
Sebagai informasi, dugaan perundungan tersebut terjadi pada Senin, 27 Juli
2026. Korban mengalami cedera pada tangan kirinya setelah terjepit saat
memanjat pagar di dekat tempat wudu ketika berupaya menghindari situasi yang
dialaminya. Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan aparat
kepolisian. (ADV)
.jpg)