DPRD Kabupaten Pati Sebut SPPG Bakal Serap Telur Lokal untuk MBG Mulai Pekan Depan -->

Header Menu

DPRD Kabupaten Pati Sebut SPPG Bakal Serap Telur Lokal untuk MBG Mulai Pekan Depan

Jumat, 14 Agustus 2026

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan

PATI – JurnalSatuu.com, Hasil pertemuan antara DPRD Kabupaten Pati dan pihak terkait membawa titik terang bagi pelaku usaha unggas. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati disepakati untuk mengambil telur dan daging ayam dari peternak lokal guna memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyampaikan kesepakatan tersebut setelah pertemuan di Pendopo Kabupaten Pati. Salah satu poin yang disepakati adalah harga pembelian telur dari peternak lokal sebesar Rp26.000 per kilogram.

Penerapan kesepakatan tersebut direncanakan mulai pekan depan. Menurut Muslihan, langkah ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi harga telur yang sebelumnya menjadi keluhan para peternak.

Para peternak sebelumnya menggelar demonstrasi pada Senin (10/8/2026). Dalam aksi tersebut, persoalan harga telur serta tingginya biaya pakan menjadi salah satu perhatian yang mereka sampaikan.

Muslihan menyebut penyerapan produk lokal oleh SPPG diharapkan dapat menjadi solusi dengan membuka pasar yang lebih pasti bagi peternak.

“Alhamdulillah disepakati bahwa seluruh SPPG di Pati akan mengambil hasil peternak lokal, khususnya daging dan telur ayam,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pengadaan tidak akan dilakukan secara terpisah tanpa koordinasi. Kepala SPPG di setiap kecamatan akan diarahkan untuk memiliki kesepahaman dalam membeli telur dan daging ayam dari Asosiasi Peternak Unggas Kabupaten Pati.

Menurut DPRD Kabupaten Pati, pola tersebut diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan program MBG dengan hasil produksi peternak daerah. Produk lokal dapat terserap, sementara SPPG memperoleh pasokan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan program.

Kesepakatan harga Rp26.000 per kilogram juga diharapkan dapat membantu memberikan kepastian bagi peternak dalam menjual hasil produksi. Terlebih, tingginya harga pakan selama ini menjadi salah satu persoalan yang membebani pelaku usaha peternakan.

Dengan rencana mulai diberlakukan pekan depan, koordinasi antara SPPG dan Asosiasi Peternak Unggas Kabupaten Pati menjadi tahap penting dalam pelaksanaan kesepakatan tersebut. (ADV)