Dari Rembang ke Pati, Estafet Tunas Kelapa 2026 Bawa Pesan Kepemimpinan Generasi Muda -->

Header Menu

Dari Rembang ke Pati, Estafet Tunas Kelapa 2026 Bawa Pesan Kepemimpinan Generasi Muda

Senin, 31 Agustus 2026


PATI
JurnalSatuu.com, Perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Pramuka 2026 berlanjut ke Kabupaten Pati. Setelah diserahkan dari Kabupaten Rembang, pataka Tunas Kelapa diterima Pemerintah Kabupaten Pati dalam upacara di Lapangan Desa Kuniran, Kecamatan Batangan, Senin (31/8/2026).

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjadi pihak yang menerima pataka tersebut. Prosesi itu sekaligus menandai dimulainya perjalanan ETK menyusuri wilayah Kabupaten Pati sesuai rute yang telah ditentukan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Rembang dan Pati, Anggota DPR RI Sri Wulan, anggota Pramuka, serta masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Chandra mengaitkan perjalanan Tunas Kelapa dengan proses estafet kepemimpinan. Ia mengingatkan generasi muda bahwa masa depan bangsa berada di tangan mereka.

“Tunas kelapa ini adalah pengingat bahwa proses perjuangan dan estafet kepemimpinan bangsa ada di tangan adik-adik sekalian. Tetaplah belajar, berkarya, dan berinovasi. Jaga api semangat Pramuka agar terus menyala,” ujar Chandra.

Menurutnya, filosofi pohon kelapa yang dapat tumbuh dalam berbagai kondisi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan memiliki relevansi dengan pembentukan karakter pemuda.

Karena itu, ia berharap anggota Pramuka mampu menjadi generasi yang mandiri, adaptif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Chandra juga mengapresiasi kedisiplinan dan antusiasme peserta maupun masyarakat saat menyambut kedatangan pataka.

“Pesan pertama saya, saya sangat bangga dan terharu melihat antusiasme para anggota Pramuka serta masyarakat Kabupaten Pati yang menyambut Estafet Tunas Kelapa ini dengan penuh sukacita dan kedisiplinan yang tinggi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, perjalanan ETK bukan sekadar seremoni perpindahan pataka. Kegiatan tersebut menjadi simbol sinergi dan gotong royong yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Perjalanan Tunas Kelapa dari satu wilayah ke wilayah lain bukan sekadar penyerahan pataka, melainkan wujud nyata dari sinergi, ketahanan mental, serta semangat gotong royong yang masih mengakar kuat di Bumi Mina Tani,” lanjutnya.

Chandra juga menilai Gerakan Pramuka tetap relevan dalam menghadapi perkembangan zaman karena membawa nilai disiplin, integritas, kemandirian, dan kecintaan terhadap tanah air.

“Gerakan Pramuka tetap menjadi wadah terbaik dalam membentuk karakter pemuda yang tangguh, berintegritas, dan mencintai tanah air,” tegasnya.

Setelah upacara, pasukan Kwarcab Pati meneruskan perjalanan membawa Pataka Tunas Kelapa. Serah terima tersebut secara resmi ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Kwarcab Rembang dan Kwarcab Pati. (RED)